
Anggota DPRD Provinsi DKI Jakarta sekaligus Penasihat Fraksi PSI August Hamonangan. (Istimewa)
JawaPos.com - Pemprov DKI Jakarta menerbitkan obligasi atau berutang sebesar Rp3,5 triliun untuk membiayai 12 proyek pembangunan mendapat penolakan keras dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta. Alih-alih menambah beban utang, Pemprov diminta memaksimalkan efisiensi anggaran internal serta merealokasi dana hibah daerah.
Penolakan tersebut disuarakan oleh Anggota Komisi C DPRD DKI Jakarta sekaligus Penasihat Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI), August Hamonangan. Ia menilai langkah mengambil opsi utang sebagai jalan keluar pembiayaan infrastruktur sangat tidak tepat dan berpotensi menabrak aturan hukum.
August menjelaskan bahwa penerbitan obligasi daerah memiliki koridor hukum yang amat ketat. Merujuk pada Pasal 300 ayat (2) Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, obligasi hanya boleh dikeluarkan untuk membiayai infrastruktur atau investasi yang secara langsung menghasilkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Baca Juga:Infeksi Nyamuk DBD Sering pada Pagi dan Sore Hari, Penularannya Sepanjang Tahun Bukan Musiman
"Dalam penjelasan pihak Pemprov DKI kepada kami di DPRD, obligasi atau utang sebesar Rp3,5 triliun itu rencananya akan dialokasikan ke dalam 12 item proyek pembangunan, di antara lain pembangunan kolam retensi, rumah susun, hingga LRT," ujar August, Jumat (31/7).
Atas dasar regulasi tersebut, ia menilai sebagian besar dari 12 proyek yang diajukan tidak memenuhi kriteria penerbitan obligasi.
"Jadi, kami menolak bila obligasi dikeluarkan, dan Pemprov DKI berutang demi membangun hal-hal yang peruntukannya tidak sesuai dengan regulasi," tegasnya.
Dari belasan item pembangunan yang diusulkan Pemprov DKI Jakarta, August memberikan catatan khusus bahwa hanya ada satu proyek yang dinilai masuk akal dan sah secara regulasi untuk didanai lewat utang.
"Pun jikalau saya akan menyepakati obligasi tersebut, maka hanya pembangunan LRT Fase 1C rute Manggarai – Dukuh Atas saja yang bisa dikatakan sesuai dengan regulasi terkait. Di luar daripada itu, harus dicari cara-cara pendanaan lainnya, creative financing lainnya, yang tidak melibatkan obligasi," jelas August.
Ia pun menyayangkan sikap Pemprov DKI Jakarta yang terkesan terburu-buru menjadikan instrumen utang sebagai opsi pamungkas sebelum memeras potensi efisiensi anggaran yang ada.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Bikin Geger Lagi, 244 Siswa Hingga Guru di Batang Tumbang Usai Santap MBG
Prediksi Skor Armenia vs Latvia di Liga Nations UEFA: Sarkanbaltsarkanie Paksa Tuan Rumah Imbang
Prediksi Skor Andorra vs Malta di Liga Nations UEFA: The Reds Menang Tipis di Encamp
Prediksi Skor Austria vs Israel di Liga Nations UEFA: Das Team Menang Telak di Raiffeisen Arena
Prediksi Skor Myanmar vs Timor Leste di FIFA ASEAN Cup: Singa Asia Gasak Lawan di Laga Perdana
Prediksi Skor Montenegro vs Siprus di Liga Nations UEFA: Duel Sengit Rawan Imbang di Pod Goricom
Prediksi Skor Norwegia vs Denmark di Liga Nations UEFA: The Vikings Menang Tipis di Ullevaal Stadion
Prediksi Skor Polandia vs Bosnia-Herzegovina di Liga Nations UEFA: Zmajevi Siap Kejutkan Tuan Rumah
Guruh Soekarnoputra dalam Kondisi Kritis, Dirawat Intensif di RS Siloam Semanggi
Prediksi Skor Laos vs Brunei di FIFA ASEAN Cup: Thim Xad Menang di Laga Perdana

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022