Ilustrasi curanmor. Dok. JawaPos
JawaPos.com - Tim gabungan dari Polres Metro Jakarta Selatan dan Unit Reskrim Polsek Pesanggrahan menangkap sindikat pencurian kendaraan bermotor (curanmor) bersenjata api yang kerap meresahkan warga Jakarta dan Tangerang. Satu orang pelaku berinisial T terpaksa diberikan tindakan tegas terukur akibat melakukan perlawanan saat ditangkap.
Aksi terakhir komplotan ini menyasar sebuah indekos di Jalan Polo Indah 1, Petukangan Selatan, Pesanggrahan, Jakarta Selatan. Berdasarkan interogasi awal, pelaku mengakui telah beraksi di sekitar 20 Tempat Kejadian Perkara (TKP) di wilayah hukum Polres Metro Jakarta Selatan.
Sindikat Antar-Provinsi dan Residivis Kambuhan
Kapolsek Pesanggrahan Kompol Seala Syah Alam menuturkan, pengungkapan berawal dari pembentukan tim gabungan menyusul maraknya kasus curanmor di wilayah Jakarta Selatan. Polisi bergerak cepat melakukan pengembangan setelah berhasil menangkap pelaku pertama berinisial AR.
"Setelah kami melakukan pengembangan, lalu pertama ditangkap pelaku dengan inisial AR. Selanjutnya, kami mengidentifikasi pelaku lainnya yaitu T di wilayah Lampung Timur. Tepatnya di Kecamatan Jabung, Kabupaten Negara Batin," ujar Kompol Seala, Minggu (19/7).
Berdasarkan catatan kepolisian, pelaku T merupakan seorang residivis yang baru bebas pada tahun 2024 lalu atas kasus yang sama. Dalam komplotan ini, T berperan sebagai joki dan penunjuk jalan, sementara AR bertugas sebagai eksekutor atau pemetik di lapangan.
Berbekal Senjata Api untuk Menakuti Korban
Komplotan ini dikenal nekat karena selalu membekali diri dengan senjata api saat melancarkan aksinya. Senjata tersebut tidak hanya digunakan untuk menakut-nakuti, tetapi juga untuk melukai korban atau warga yang berani memergoki mereka.
Dari tangan pelaku T, polisi mengamankan satu pucuk senjata api merk Smith & Wesson (S&W) rakitan beserta lima butir peluru kaliber 9 milimeter.
"Setiap aksinya mereka menggunakan senpi tersebut untuk menakut-nakuti korban," tegas Kompol Seala. Ia juga menambahkan bahwa wilayah operasi sindikat ini mencakup area luas di wilayah hukum Polda Metro Jaya, meliputi Jakarta dan Tangerang, Banten, dengan motif utama karena faktor ekonomi.
Polisi Imbau Korban Segera Melapor
Saat ini, polisi masih melakukan pengejaran terhadap satu pelaku lainnya yang telah ditetapkan ke dalam Daftar Pencarian Orang (DPO). Beberapa unit kendaraan roda dua hasil kejahatan telah diamankan di kantor polisi dan sebagian sudah dikembalikan kepada pemiliknya.
Kompol Seala mengimbau kepada masyarakat yang merasa kehilangan sepeda motor di wilayah Jakarta Selatan untuk segera berkoordinasi dengan pihak kepolisian.

Menurut Psikologi, Orang yang Tidak Pernah Mengunggah Foto Dirinya di Media Sosial Kerap Kali Memiliki 8 Sifat Mengejutkan Ini
Taruhan 3 Hektar Kebun Sawit Rp 420 Juta demi Final Spanyol vs Argentina Viral, Vincent jadi Saksi
Sarwendah Dikabarkan Hengkang dari Rumah Cilandak, Begini Komentar Pihak Ruben Onsu
Eks Bek Persib dan Persija Erik Setiawan Jadi Perbincangan Setelah Tuduhan Mantan Istrinya Viral
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Atlet Golf Putri Indonesia Diduga Diculik, Sedang Rayakan Ultah Nenek di Restoran Tiba-tiba Disergap 5 Pria
Menlu Iran Ungkap Dugaan Kebocoran Intelijen di Jantung Kekuasaan, Serangan yang Tewaskan Khamenei Dinilai Sudah Diketahui Musuh
Hotman Paris Sampaikan Permintaan Maaf usai Diduga Hina Wartawan "Lu punya otak enggak sih?"
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Polisi Periksa Saksi dan CCTV, Ungkap Dugaan Penculikan Atlet Golf Putri Indonesia Jesslyn Wijaya
