
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung saat berbicara di KBRI Seoul di sela kunjungan kerja ke Korea Selatan. (ANTARA/Pemprov DKI Jakarta)
JawaPos.com - Rencana kenaikan tarif Transjabodetabek tengah menjadi perbincangan. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung akhirnya angkat bicara mengenai peluang kerja sama dengan pemerintah daerah penyangga Jakarta.
Pramono secara terbuka menyambut baik jika pemerintah daerah di kawasan aglomerasi, seperti Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Bodetabek), ingin ikut patungan membiayai subsidi operasional bus Transjabodetabek. Langkah ini dinilai adil karena layanan transportasi tersebut dinikmati oleh warga lintas wilayah.
Selama ini, beban subsidi bus Transjabodetabek bertumpu pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta. Padahal, mobilitas kaum komuter dari daerah penyangga ke ibu kota sangat tinggi. Pramono menegaskan bahwa konektivitas ini merupakan tanggung jawab bersama demi kelancaran transportasi di kawasan aglomerasi.
"Kalau ada (pemerintah daerah penyangga) yang mau patungan, ya saya alhamdulillah banget. Tetapi kan memang mereka merasa bahwa ini kan kebutuhan Jakarta. Sebenarnya bukan kebutuhan Jakarta, ini kebutuhan bersama sebagai aglomerasi," ujar Pramono di Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (10/6).
Baca Juga:Dudung Beberkan Dugaan Permainan Dadan Hindayana di Daerah 3T, Jual Beli Titik SPPG hingga Mark Up
Kendati berharap ada kolaborasi finansial, mantan Sekretaris Kabinet ini enggan memicu polemik berkepanjangan dengan kepala daerah lain. Prioritas utamanya saat ini adalah menjaga agar kualitas pelayanan publik tidak menurun dan operasional armada tetap berjalan optimal.
"Saya tidak mau berdebat urusan ada atau tidak yang berkontribusi, tapi yang jelas bahwa persoalan transportasi Jakarta dan daerah pendukungnya atau penyangga ini kita tangani secara lebih baik," ungkapnya.
Isu mengenai penghapusan subsidi langsung memicu kekhawatiran dari berbagai pihak, termasuk jajaran kepala daerah di Bodetabek. Salah satunya adalah Wali Kota Bekasi Tri Adhianto yang langsung menghubungi Pramono untuk meminta kepastian nasib warganya yang setiap hari mengandalkan Transjabodetabek.
Pramono pun meluruskan informasi tersebut. Ia menjamin bahwa pemerintah tidak akan lepas tangan. Subsidi dipastikan akan tetap mengalir, meski formula tarif baru kini sedang digodok secara matang oleh Dinas Perhubungan.
"Saya ingin meluruskan karena sekarang ini bahkan kemarin Bapak Wali Kota Bekasi juga telepon ke saya secara pribadi, 'jangan sampai kemudian tidak disubsidi'. Enggak mungkin enggak disubsidi, pasti tetap akan disubsidi. Tetapi yang jelas bahwa akan ada beberapa perlu penyesuaian," jelas Pramono.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Celtic vs Ferencvaros di Liga Europa: Kans The Hoops Permalukan Lawan di Celtic Park
Prediksi Skor FC Seoul vs Persib di ACL Two: Maung Bandung Hadapi Ujian Berat di Korea
Prediksi Skor Olympiacos vs Jagiellonia Bialystok di Liga Europa: Thrylos Amankan 3 Poin Kandang
Prediksi Skor Malaga vs Villarreal di Liga Spanyol: Kapal Selam Kuning Siap Bombardir Tuan Rumah
Prediksi Skor Levante vs Athletic Bilbao: Duel Tim Papan Tengah LaLiga Berpotensi Berlangsung Ketat
Prediksi Skor Levante vs Athletic Bilbao di Liga Spanyol: Los Leones Bidik Poin di Laga Tandang
Prediksi Skor Real Betis vs Getafe di Liga Spanyol: Los Verdiblancos Siap Sikat Perlawanan Tim Tamu
Prediksi Skor Lillestrom vs Torreense di Liga Europa: Kans Kanarifuglene Menang di Arasen Stadion
Prediksi Skor Besiktas vs Marseille di Liga Europa: Kara Kartallar Cabik-cabik Tim Tamu di Tupras
Prediksi Skor Levski Sofia vs Red Bull Salzburg di Liga Europa: Misi Die Roten Bullen Curi Poin

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022