Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 11 Mei 2026 | 19.44 WIB

Pemprov DKI Mulai Olah 500 Ton Sampah Pasar secara Mandiri

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. (Ryandi Zahdomo/JawaPos.com)

JawaPos.com - Masalah sampah di Jakarta perlahan mulai diatasi. Selama ini, 153 pasar di bawah naungan Perumda Pasar Jaya menyumbang beban luar biasa bagi TPST Bantargebang dengan total mencapai 500 ton sampah setiap harinya.

Kini, Pemprov DKI Jakarta mulai tancap gas dengan teknologi baru hidrotermal yang diklaim mampu memangkas waktu pengolahan sampah organik secara drastis.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meninjau efektivitas alat hidrotermal di Pasar Area 7 Kramat Jati, Jakarta Timur, Senin (11/5). Inovasi ini menjadi pembeda karena mampu menghancurkan limbah tanpa proses pembakaran.

Jika metode konvensional membutuhkan waktu hingga 10 hari untuk pembusukan, teknologi uap panas bertekanan tinggi ini hanya butuh waktu dua jam.

"Dengan teknologi hidrotermal, waktu pengolahan sampah dapat dipangkas menjadi sekitar dua jam untuk setiap batch. Ini merupakan inovasi yang sangat baik karena mampu mempercepat proses pengolahan sekaligus menghasilkan produk yang bernilai ekonomis," ujar Gubernur Pramono.

Selama ini, ratusan ton sampah pasar dikirim langsung ke Bantargebang. Dengan adanya pengolahan di sumbernya, volume sampah yang keluar dari pasar diharapkan berkurang signifikan.

Bukan hanya pasar, sektor lain pun akan segera menyusul untuk menerapkan kebijakan serupa.

Editor: Dinarsa Kurniawan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore