
Satpol PP DKI ikuti pelatihan komunikasi. (Istimewa)
JawaPos.com–Citra Satpol PP yang kerap disorot karena tindakan penertiban yang dianggap tidak humanis masih sering menjadi perhatian. Dalam beberapa tahun terakhir, masih banyak berbagai video viral di media sosial kerap menampilkan interaksi keras antara petugas dan warga, memicu kritik publik dan memperkuat stigma negatif terhadap aparat penegak Perda tersebut.
Di tengah sorotan itu, Satpol PP DKI Jakarta mulai melakukan pembenahan. Sekitar 100 anggotanya mengikuti pelatihan public speaking dan komunikasi yang digelar oleh 1Langkah di Markas Komando (Mako) Satpol PP, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Rabu (22/4).
Langkah ini dinilai sebagai upaya konkret untuk merespons tantangan era digital, di mana setiap tindakan di lapangan berpotensi direkam, disebarluaskan, dan dinilai publik dalam hitungan menit.
Kepala Satpol PP DKI Jakarta Satriadi Gunawan menegaskan, citra institusi sangat rentan terdampak oleh pemberitaan negatif, terutama yang viral di media sosial. ”Kasus-kasus yang viral namun berdampak negatif bagi Satpol PP harus dihindari, karena dapat merusak citra kesatuan yang telah dibangun,” ujar dia.
Satriadi Gunawan mengakui, di lapangan, petugas sering berhadapan dengan warga yang berada dalam kondisi ekonomi sulit, seperti pedagang kaki lima. Karena itu, pendekatan komunikasi menjadi kunci agar penegakan aturan tidak memicu konflik terbuka.
”Kita ingin menegakkan Perda dengan baik, tetapi tetap menjunjung tinggi nilai kemanusiaan. Yang kita hadapi umumnya adalah warga yang sedang berjuang mencari nafkah,” tambah Satriadi Gunawan.
Pernyataan ini sekaligus menjadi pengakuan bahwa pendekatan represif semata tidak lagi relevan di tengah tuntutan publik akan aparat yang lebih empatik.
Dalam pelatihan tersebut, jurnalis senior Andromeda Mercury menyoroti pentingnya respons cepat terhadap isu yang berkembang di media sosial. Institusi tidak bisa lagi bersikap pasif ketika menghadapi serangan opini publik.
”Dalam waktu kurang dari 1x24 jam harus ada klarifikasi. Jika memang ada kesalahan, segera sampaikan permintaan maaf. Jika tidak, tetap berikan klarifikasi dengan bahasa yang teduh dan tidak provokatif,” jelas Andromeda Mercury.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
Hasil Play-off Liga 2: Adhyaksa FC Bungkam Persipura Jayapura 0-1 di Babak Pertama!
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
