
Ilustrasi begal.(Dok.JawaPos.com)
JawaPos.com - Selama bulan suci Ramadhan 2026, Polres Metro Tangerang Kota membongkar lima kasus besar yang meresahkan warga.
Mulai dari aksi begal celurit hingga sindikat pencurian motor (curanmor) yang menyamar sebagai penagih utang.
Kapolres Metro Tangerang Kota Kombespol Raden Muhammad Jauhari menegaskan, pihaknya tidak akan memberi ampun bagi para perusak kondusivitas wilayahnya.
"Kami tidak memberikan ruang bagi pelaku kejahatan, terlebih di bulan suci. Setiap aksi kriminal yang meresahkan masyarakat akan kami tindak tegas," ujarnya, Rabu (18/3).
Baca Juga:Gubernur Pramono Anung Siapkan Fasilitas "Mudik ke Jakarta" bagi Warga yang Tidak Pulang Kampung
Aksi sadis pertama terjadi di Jalan Raden Saleh, Ciledug. Seorang warga yang tengah menunggu temannya di depan ruko mendadak ditodong celurit oleh tiga orang pelaku. Motor korban dirampas seketika di bawah ancaman senjata tajam.
Tim buser bergerak cepat dan berhasil menangkap dua tersangka berinisial AA dan AU. Saat ini, satu pelaku lainnya masih dalam pengejaran intensif oleh petugas.
Kelalaian pemilik motor menjadi celah bagi pelaku kriminal di area parkir luar Mall Tang City.
Pelaku berinisial RS nekat mendorong motor korban yang tidak dikunci stang menuju tukang kunci.
Dengan dalih kunci hilang, ia membuat kunci duplikat untuk membawa kabur motor tersebut. Namun, pelariannya kandas.
Baca Juga:Arus Mudik Makin Padat, Contraflow KM 36–70 Tol Japek Kembali Dibuka Malam Ini, 18 Maret 2026
Kurang dari 6 jam, polisi meringkus RS dan penadahnya, CH, saat hendak bertransaksi.
"Kelalaian kecil bisa dimanfaatkan pelaku. Pastikan kendaraan terkunci dengan aman," ucapnya.
Polisi juga berhasil mengendus jaringan penadah motor hasil curanmor bersenjata api. Tersangka berinisial R ditangkap beserta tiga unit motor curian.
Hasil pengembangan mengungkap fakta mengejutkan: sindikat ini telah mengirim sedikitnya 20 unit motor ke Lampung menggunakan mobil sewaan. Saat ini, empat pelaku utama lainnya masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).
