
Wajah pelaku begal payudara terekam dalam video aksi kejar-kejaran antara korban dan diduga pelaku begal payudara di Jalan Kutai, Surabaya. (TikTok @Tussyy)
JawaPos.com - Satres Pidana Perempuan dan Anak dan Pidana Perdagangan Orang (PPA dan PPO) Polrestabes Surabaya, menetapkan WS, laki-laki, 31 tahun, sebagai tersangka kasus dugaan begal payudara di Jalan Kutai.
Kasus ini sempat menimbulkan kehebohan di kalangan warganet, setelah video kejar-kejaran antara korban, AS, 24 tahun, warga Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang dengan tersangka WS, viral di media sosial.
Kasat PPA dan PPO Polrestabes Surabaya, Kompol Melatisari, menjelaskan bahwa WS mengaku melakukan aksi karena dorongan nafsu, dan akhirnya menyerahkan diri setelah video kejadian viral atas desakan keluarga.
"(Tersangka mengaku) Motifnya karena nafsu (melihat korban). Kami kenakan yang Pasal TPKS (tindak pidana kekerasan seksual) kepasa yang bersangkutan," ucap Kompol Melatisari di Surabaya, Minggu (15/3).
Kronologi singkat
Viral di media sosial video aksi kejar-kejaran antara korban dan diduga pelaku begal payudara di Jalan Kutai, Surabaya. Pengalaman pahit ini dialami oleh perempuan berinsial AS, 24 tahun, warga Kota Malang.
Dalam video berdurasi 27 detik yang beredar di media sosial, terlihat korban yang berboncengan dengan satu orang temannya berusaha mengejar diduga pelaku, sambil menunjuk pengendara laki-laki yang berjaket abu-abu.
Wajah diduga pelaku sempat terekam jelas di kamera, hingga akhirnya ia menurunkan kaca helm. Dengan gelagat panik, ia tancap gas meninggalkan korban yang tertinggal di belakangnya.
Ketika dihubungi JawaPos.com melalui panggilan suara, AS bercerita bahwa pengalaman pahit itu dialaminya sebulan lalu, yakni Rabu, 11 Februari 2026, saat ia berada di Surabaya untuk urusan pekerjaan.
"Jadi saat itu saya ke Surabaya karena ada urusan kerjaan. Nah malamnya, saya ngajak teman saya ke coffee shop di sekitar lokasi (Jalan Kutai), tetapi ternyata tutup," cerita AS kepada JawaPos.com.
Setelah itu, AS bersama temannya memutuskan mencari coffee shop lain dari rekomendasi media sosial. Saat dalam perjalanan menuju lokasi kedua, tiba-tiba seorang pengendara motor laki-laki mendekati mereka.
"Dia (diduga pelaku) kaya celingukan gitu, saya kira mau minta tolong atau tanya sesuatu, itu di lampu merah dan dia posisi di sebelah kanan, pas mau jalan, tiba-tiba cowok itu pegang area sensitif saya," imbuhnya.
Tak menyangka dengan apa yang terjadi, korban mengaku tubuhnya seperti mematung. Beruntung, temannya langsung sigap mengeluarkan kamera dan merekam wajah diduga pelaku dengan jelas.
"Kami sudah coba kejar dan teriak-teriak, tetapi di sekitar Kebun Binatang Surabaya itu kita sudah kehilangan jejak. Untungnya teman saya rekam dan pas nggak pakai masker, jadi wajah dia (diduga pelaku) kelihatan jelas," ujar AS.
Rekaman video yang memperlihatkan wajah dan plat kendaraan diduga pelaku ini menjadi modal AS untuk maju ke jalur hukum. Tak lama setelah kejadian, ia langsung ke Mapolrestabes Surabaya untuk membuat laporan.
Laporan tersebut tercatat dalam nomor LP/B/418/11/2026/SPKT/POLRESTABES SURABAYA/POLDA JAWA TIMUR, pada hari Rabu, 11 Februari 2026 sekitar pukul 23.00 WIB.
