Logo JawaPos
Author avatar - Image
12 Maret 2026, 06.54 WIB

Korban Begal Payudara di Jalan Kutai Surabaya Lapor Polisi, Wajah Terduga Pelaku Terekam Kamera

Korban begal payudara di Jalan Kutai Surabaya Lapor polisi, serahkan bukti rekaman yang terlihat jelas wajah diduga pelaku. (Dokumentasi pribadi korban). - Image

Korban begal payudara di Jalan Kutai Surabaya Lapor polisi, serahkan bukti rekaman yang terlihat jelas wajah diduga pelaku. (Dokumentasi pribadi korban).

JawaPos.com - Tidak tinggal diam, korban pelecehan seksual begal payudara di Jalan Kutai, Kota Surabaya berinsial AS, 24 tahun, warga Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, melaporkan pengendara yang diduga pelaku ke polisi.

Laporan tersebut tercatat dalam nomor LP/B/418/11/2026/SPKT/POLRESTABES SURABAYA/POLDA JAWA TIMUR, pada hari Rabu, 11 Februari 2026 sekitar pukul 23.00 WIB.

"Terima kasih informasinya, iya benar (telah menerima laporan dari korban begal payudara di Jalan Kutai)," ucap Plt Kasi Humas Polrestabes Surabaya, AKP Hadi Ismanto kepada JawaPos.com, Rabu (11/3).

Kasus tersebut kini diselidiki oleh Satuan Reserse Pidana Perempuan dan Anak dan Pidana Perdagangan Orang (Satres PPA-PPO) Polrestabes Surabaya.

Sebagai informasi, warganet belakangan digegerkan dengan dugaan pelecehan seksual begal payudara yang dialami AS.

Aksi Kejar-kejaran antara korban dan terduga pelaku terekam kamera dan viral di media sosial.

Dalam video berdurasi 27 detik yang beredar di media sosial, terlihat korban yang berboncengan dengan satu orang temannya berusaha mengejar seseorang yang diduga pelaku, sambil menunjuk pengendara laki-laki yang berjaket abu-abu.

Wajah terduga pelaku sempat terekam jelas di kamera, hingga akhirnya ia menurunkan kaca helm.

Dengan gelagat panik, ia tancap gas meninggalkan korban yang tertinggal di belakangnya.

JawaPos.com menghubungi korban (AS) untuk mengetahui kronologi kejadian dan perkembangan kasus. Ia mengatakan peristiwa nahas itu terjadi sebulan lalu, tepatnya pada Rabu, 11 Februari 2026.

"Jadi saat itu saya ke Surabaya karena ada urusan kerjaan. Nah malamnya, saya ngajak teman saya ke coffee shop di sekitar lokasi (Jalan Kutai), tetapi ternyata tutup," ucap AS kepada JawaPos.com, Rabu (11/3).

Setelah itu, AS bersama temannya memutuskan mencari coffee shop lain dari rekomendasi dari media sosial.

Saat dalam perjalanan menuju lokasi kedua, tiba-tiba seorang pengendara motor laki-laki mendekati mereka.

Editor: Bayu Putra
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore