
Sejumlah petugas gabungan memindahkan korban longsor gunungan sampah ke kantung jenazah usai ditemukan di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Bekasi, Jawa Barat, Senin (9/3/2026). (ANTARA FOTO/Darryl Ramadhan/foc)
JawaPos.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta tengah mengupayakan memulihkan operasional TPST Bantargebang pasca-insiden longsor di Zona 4A.
Penanganan intensif terus dikebut agar alur pembuangan sampah ibu kota kembali normal hanya dalam waktu satu pekan.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta, Asep Kuswanto, menegaskan bahwa tim di lapangan saat ini fokus penuh pada pembersihan material longsoran dan penataan ulang area terdampak.
Langkah pertama yang diambil adalah menormalisasi aliran sungai di sekitar lokasi longsor.
Material longsor yang sempat menyumbat aliran air kini dipindahkan ke Zona 4 Kecil dan Zona 4 Besar untuk mencegah luapan ke badan jalan.
"Kami menargetkan pengelolaan sampah di TPST Bantargebang dapat kembali normal dalam sepekan. Saat ini tim di lapangan sedang menangani material longsoran yang berada di aliran sungai di sekitar lokasi kejadian," ujar Asep Kuswanto, Selasa (10/3).
Selain pengerukan sungai, DLH juga melakukan perbaikan turap kali di dua titik strategis untuk memperkuat infrastruktur dan mencegah gangguan serupa di masa depan.
Agar sampah Jakarta tidak menumpuk di pemukiman, Pemprov DKI mengalihkan sebagian beban sampah ke fasilitas pengolahan modern.
Saat ini, pembuangan ke TPST Bantargebang masih aktif di Zona 1, 2, dan 5 dengan kapasitas 4.000 ton per hari.
Baca Juga:Tujuh Korban Meninggal Dunia Pasca Longsor Gunung Sampah di TPST Bantargebang, Ini Daftar Lengkapnya
Sembari menunggu Zona 4 Besar pulih, sampah didistribusikan ke beberapa lokasi, di antaranya:
- RDF Plant Bantargebang: Kapasitas 800 ton/hari.
- PLTSa Merah Putih: Kapasitas 100 ton/hari.
- RDF Plant Rorotan: Kapasitas awal 300 ton/hari.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Profil Yudi Cahyadi, Atlet MMA yang Tantang Duel Herri Pras Usai Singgung UAS dan UAH
7 Kebiasaan Masa Kecil yang Berpengaruh Pada Kesuksesan Anak di Masa Depan
Profil Herri Pras yang Kritik UAS dan UAH, Pendiri PSGI yang Ditantang Duel Atlet MMA
Prediksi Skor Rennes vs Olympiakos: Tuan Rumah Andalkan Kekuatan Bermain di Roazhon Park
Prediksi Skor PSV Eindhoven vs Club Brugge di Liga Champions: Blauw-Zwart Bidik Kemenangan Tandang
Upaya Restorasi 325 Hektare Hutan di TNGHS untuk Jaga Habitat Macan Tutul Jawa
Mahasiswa Trisakti Geruduk Kantor Setneg Siang Ini, Tagih Janji Pemerintah soal Tritura
Bonek Murka! Persebaya Dibantai Kendal Tornado, Uston Nawawi Gantikan Tavares?
Marco Bezzecchi Tuai Kritik Usai Kesalahan di Sepang Memperburuk Peluang Juara Dunia
8 Hal yang Dianggap Membosankan oleh Ekstrovert, tetapi Justru Menjadi Kebahagiaan bagi Introvert

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022