Suasana TPU Jombang pemakaman khusus Covid-19 di Ciputat, Tangerang Selatan, Banten (15/6/2021). Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie memastikan ketersediaan lahan pemakaman khusus Covid-19 di Tangerang Selatan. Saat ini, pemakaman khusus Covid d
JawaPos.com - Relokasi warga Kelurahan Kamal yang mendiami lahan calon Tempat Pemakaman Umum (TPU) Pegadungan, Kalideres, Jakarta Barat, mulai menemui titik terang. Sebanyak sembilan Kartu Keluarga (KK) resmi pindah ke berbagai Rumah Susun (Rusun) yang disediakan Pemprov DKI.
Warga kini tersebar di beberapa lokasi, mulai dari Rusun Tegal Alur dan Pesakih di Jakarta Barat, Rusunawa Rawa Bebek di Jakarta Timur, hingga Rusun Rawasari di Jakarta Pusat.
"Sudah dipindah kemarin. Rusun Tegal Alur 4 KK, Rusun Pesakih 3 KK, Rusun Rawa Bebek 1 KK, Rawasari 1 KK," ujar Lurah Kamal, Edy Sukarya, Minggu (22/2).
Fasilitas Rusun Dipastikan Layak Huni
Sempat beredar kabar mengenai kendala fasilitas seperti atap bocor dan air macet pada awal tahun 2026. Namun, Edy menjamin unit yang ditempati warga saat ini sudah dalam kondisi prima.
"Alhamdulillah. Perintah Bu Wali, orang mau pindah harus rapi. Jangankan kamar, jalanannya pun harus rapi kita sambut. Alhamdulillah sudah, mantap, siap semua fasilitas," tegas Edy.
Proses pemindahan ini diprediksi akan terus bergulir selama Ramadan hingga Idul Fitri 1447 H. Edy menargetkan seluruh warga sudah mengosongkan lahan sepekan setelah lebaran.
Meski sebagian sudah pindah, proses relokasi ini bukannya tanpa hambatan. Kendala utama yang dihadapi adalah penuhnya unit rusun di area Jakarta Barat. Warga merasa keberatan jika harus direlokasi ke wilayah yang jauh dari tempat mereka mencari nafkah.
"Pada prinsipnya mereka mau semua sebetulnya (direlokasi), cuma sayang rusunnya jauh. Saya sudah survei sama mereka, kendalanya itu doang, jauh. Mereka kan nyari nafkahnya di sini, itu masalahnya," jelas Edy.
Ia memahami kekhawatiran warga yang sudah menetap lebih dari 30 tahun di lokasi tersebut. Menurutnya, memindahkan warga bukan sekadar memberi tempat tinggal, tapi juga menjaga keberlangsungan ekonomi mereka.
"Mereka kan itu bertahun-tahun di situ, 30 tahun lebih, orang pribumi, pindah tiba-tiba jauh. Masalahnya cari nafkah, kalau pindah doang gampang," tambahnya.
Dalam proses ini, Edy juga sempat menyentil kesiapan koordinasi antarinstansi. Ia berharap Dinas Perumahan lebih proaktif dalam menyediakan unit yang strategis.
"Harusnya tuh dulu kalau mau mindahin ke rusun gitu, Dinas Perumahan harus siap. Ini mah enggak, kita disuruh nyari sendiri. Aduh, kita lurah kepala jadi kaki, kaki jadi kepala, ngerayu-rayu warga, minta yang deket," keluhnya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Awas Macet! Besok Ribuan Buruh Demo May Day di Surabaya, Ini Jalan yang Perlu Dihindari
