
Kepala BGN Dadan Hindayana dan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung di Balai Kota, Senin (9/2). (Ryandi Zahdomo/JawaPos.com)
JawaPos.com - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyebut program Makan Bergizi Gratis (MBG) sukses memberikan dampak nyata terhadap penurunan angka ketimpangan ekonomi di Ibu Kota.
Berdasarkan data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta, ekonomi Jakarta tumbuh impresif sebesar 5,21 persen pada 2025. Angka ini melampaui pertumbuhan ekonomi nasional yang berada di level 5,11 persen.
Meski pertumbuhan ekonomi meroket, Pramono menekankan bahwa fokus utamanya adalah perbaikan kualitas hidup warga, terutama dalam urusan pemenuhan gizi yang selama ini menjadi tantangan besar.
"Yang paling menggembirakan buat saya pribadi adalah indikator yang menyangkut tentang, yang berkaitan dengan gizi, menunjukkan kebaikan," ujar Pramono saat acara penandatanganan kerja sama Pemprov DKI dengan Badan Gizi Nasional (BGN) di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (9/2).
Salah satu sorotan utama adalah pergerakan gini ratio atau indikator ketimpangan pengeluaran penduduk. Setelah sempat melebar cukup lama, angka ini akhirnya menunjukkan tren penurunan yang positif.
"Gini ratio-nya yang selama ini enggak pernah turun, melebar dari 0,39 terus menjadi 0,441, naik terus. Ini sudah berlangsung lama. Sekarang mulai turun. Saya yakin, besar atau kecil, ini pasti kontribusi bersama antara Pemerintah DKI Jakarta dengan Badan Gizi," ungkap Pramono.
Pramono juga menambahkan bahwa indikator sosial lain seperti angka stunting, tingkat kemiskinan, dan ketersediaan lapangan kerja di Jakarta juga terus mengalami perbaikan.
Menurut Pramono, kombinasi antara bantuan pendidikan dari Pemprov DKI dan dukungan gizi dari Pemerintah Pusat menjadi formula ampuh untuk meningkatkan taraf hidup warga Jakarta.
"Sekolahnya ditanggung oleh pemerintah DKI, kemudian masih ada insentif lainnya. Hal yang menyangkut gizi tadi, dipenuhi oleh Badan Gizi Nasional," tutur Pramono.
Dengan sistem yang lebih terkendali ini, ia optimis masa depan warga Jakarta akan lebih cerah. "Jadi kalau di Jakarta ini, saya yakin sekarang ini opportunity orang untuk bisa hidup lebih baik itu terbuka lebar," lanjutnya.
Sementara itu, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana menegaskan, program Makan Bergizi Gratis bukan sekadar bagi-bagi makanan, melainkan investasi sumber daya manusia (SDM) terbesar sepanjang sejarah Indonesia.
Dadan menyoroti bahwa kualitas gizi adalah kunci untuk memaksimalkan potensi genetik anak-anak bangsa.
Dadan memberikan contoh nyata dari keberhasilan negara lain seperti Jepang. Meskipun tingkat pendidikan warga Jakarta sudah tergolong tinggi dibanding provinsi lain, intervensi gizi tetap menjadi keharusan.
"Kita bisa melihat pengukuran yang dilakukan di Jepang setelah diadakan pengukuran dari tahun '26 menuju tahun 2024, terjadi peningkatan tinggi badan rata-rata anak muda sebanyak 10 cm. Jadi rata-rata tahun '26 penduduk Jepang itu tingginya hanya 159,5 cm, tahun 2024 rata-rata 170 cm," ungkap Dadan.
Sempat tertinggal di awal, progres penyediaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPPG) di Jakarta kini melesat tajam. Saat ini, sebanyak 475 titik SPPPG sudah beroperasi penuh, mencakup hampir 60% dari target awal.

Prediksi Skor Arema FC vs DPMM FC di Piala Presiden 2026! Momentum Singo Edan Lolos ke Semifinal
Suami Endah Fitrianingsih Sakit Hati ke Malik Bawazier Atas Kasus Perzinaan
Prediksi Skor Persib Bandung vs Tampines Rovers di Piala Presiden 2026! Maung Bandung Bisa Sapu Bersih Laga
Laporkan Malik Bawazier, Suami Endah Fitrianingsih Jadikan CCTV Bukti Perzinaan
Pelapor Perzinaan Malik Bawazier Dicecar 28 Pertanyaan di Polda Metro Jaya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Iran Ubah Strategi Perang, Teheran Kini Sengaja Paksa AS Masuk ke Konflik Lebih Besar
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Staf KPK dari Kepolisian Jadi tersangka Kasus Pemalang, Diduga Peras Bupati Anom
10 Ribu Massa PSHT Gelar Aksi di Surabaya Imbas Konflik DC dan Petugas Valet
