
Barmizon, 60, warga Teluk Pucung, Bekasi Utara, menyampaikan permohonan maaf setelah nekat mengacungkan golok ke arah Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, saat penertiban spanduk, Minggu (8/2). (Istimewa)
JawaPos.com - Barmizon, 60, warga Teluk Pucung, Bekasi Utara, akhirnya menyampaikan permohonan maaf yang mendalam. Aksinya sempat viral setelah nekat mengacungkan golok ke arah Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, saat penertiban spanduk, Minggu (8/2).
Penyesalan itu Barmizon sampaikan usai diamankan di Mapolsek Bekasi Utara. Ia mengaku tindakan berbahaya tersebut dipicu oleh emosi sesaat dan rasa panik saat melihat warung es kelapanya didatangi petugas.
Pria lansia ini tak kuasa menyembunyikan penyesalannya. Ia meminta maaf secara terbuka kepada jajaran pimpinan tertinggi di Kota Bekasi yang saat itu ada di lokasi kejadian.
"Saya Barmizon (60) mohon maaf kepada bapak Kapolres, Wali Kota, Dandim, dan jajarannya, dari kejadian tadi pagi di warung es kelapa saya atas kesalahpahaman dan emosi saya saat penertiban spanduk," ujar Barmizon dalam video beredar dikutip Senin (9/2).
Ia menyadari bahwa tindakan represifnya kepada aparat dan Wali Kota adalah sebuah kesalahan besar. Barmizon pun berjanji tidak akan mengulangi tindakan serupa.
"Mohon dimaafkan dimaafkan saya tidak akan mengulangi lagi," katanya.
Menanggapi itu, Wali Kota Bekasi Tri Adhianto memastikan tidak akan membawa kasus pengancaman ini ke ranah hukum.
Bagi Tri, memaafkan adalah langkah terbaik untuk meredam ketegangan di masyarakat. Ia bahkan mengaku sudah memaafkan Barmizon sebelum pria tersebut meminta maaf secara resmi.
"Sebelum dia mengucapkan maaf juga sudah saya maafkan, jadi saya kira kita bukan masalah ancaman dan masalah golok. Tapi kita ingin menyakinkan negara harus hadir saya kira itu," tutur Tri dikutip dari Radar Bekasi (JawaPos Group), Senin (9/2).
Tri menegaskan, insiden golok ini harus menjadi pelajaran bagi seluruh jajaran Pemkot Bekasi. Ia meminta petugas di lapangan tidak membalas amarah warga dengan kekerasan.
Menurutnya, warga yang protes atau emosi tetaplah bagian dari keluarga besar Bekasi yang perlu diberikan edukasi secara perlahan, bukan dengan cara-cara represif.
"Kan juga sebagai aparatur bukan represif, karena itu kan warga kita, sodara kita yang perlu itu adalah tadi kita elus, kita sadarkan ada satu proses yang memang tidak baik. Justru saya ingin mengingatkan aparatur saya untuk tidak terpancing," imbuhnya.

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
Live Streaming PSS Sleman vs Garudayaksa FC Final Liga 2 dan Prediksi Skor: Trofi Bergengsi Menanti Pemenang!
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Prancis Hari Ini: Momentum Veda Ega Rebut Pole Position!
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
