Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyampaikan sambutan saat peletakan batu pertama (groundbreaking) pembangunan entrance Stasiun MRT Harmoni di Jakarta, Selasa (20/01/2026).
JawaPos.com - Jakarta kembali bersiaga menghadapi ancaman cuaca ekstrem. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung bergerak cepat dengan menetapkan Standar Operasional Prosedur (SOP) baru untuk menangani banjir yang mengepung ibu kota pada 12, 18, dan 22 Januari 2026.
Langkah strategis ini diambil setelah rapat terbatas (Ratas) di Balai Kota Jakarta pada Jumat (23/1). Pramono menegaskan bahwa evaluasi total harus dilakukan agar penanganan di lapangan tidak lagi berjalan sendiri-sendiri.
"Rapat ini kami fokuskan untuk mengevaluasi kejadian banjir yang telah terjadi sekaligus mempersiapkan langkah antisipasi ke depan. Dari rapat tersebut, kami menyepakati sejumlah kebijakan yang kemudian dirumuskan menjadi SOP penanganan banjir di DKI Jakarta," ujar Gubernur Pramono, Jumat (23/1).
Salah satu poin utama dalam SOP baru ini adalah integrasi penuh antar SKPD. Pramono menginstruksikan agar seluruh dinas, mulai dari Dinas Sumber Daya Air (SDA) hingga Dinas Sosial, bekerja dalam satu komando yang diawasi langsung oleh Sekretaris Daerah.
"Kami melibatkan Dinas Sumber Daya Air, para wali kota dan bupati, serta perangkat daerah lain seperti Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, dan Dinas Bina Marga," katanya.
Pramono berharap dengan skema baru ini, respons darurat saat air naik bisa dilakukan lebih cepat dan akurat. Ia tidak ingin penanganan hanya menyentuh satu titik tanpa melihat dampak di wilayah lainnya.
"Dengan kolaborasi ini, penanganan banjir tidak dilakukan secara parsial, tetapi terintegrasi. Saya telah menegaskan kepada Sekretaris Daerah agar pengoordinasian SOP di lapangan berjalan lebih rapi sehingga pengawasan dan evaluasi dapat dilakukan secara cepat dan akurat," jelasnya.
Normalisasi Kali Cakung Lama: Solusi Pahit yang Harus Diambil
Sebelum merumuskan SOP, Gubernur Pramono sempat meninjau langsung kondisi Kali Cakung Lama. Ia menemukan masalah klasik yang menjadi biang kerok banjir yakni penyempitan aliran sungai atau bottleneck.
Meski menyadari kebijakan ini akan memicu pro dan kontra karena melibatkan relokasi warga, Pramono tetap memberikan lampu hijau untuk normalisasi sungai demi keselamatan warga Jakarta dalam jangka panjang.
"Saya turun langsung ke Kali Cakung Lama dan melihat adanya penyempitan sungai yang menjadi salah satu penyebab banjir. Oleh karena itu, saya menyetujui secara prinsip dilakukannya normalisasi, termasuk normalisasi Kali Cakung Lama," katanya.
Pramono mengakui akan ada relokasi warga yang tinggal dibantaran kali disana. Namun, ia memastikan warga akan ditempatkan di rumah susun milik Pemprov DKI.
"Normalisasi ini memang tidak populer karena harus memindahkan warga dan menyiapkan rumah susun, tetapi langkah tersebut harus dilakukan demi kepentingan jangka panjang Jakarta," papar Gubernur Pramono.
Modifikasi Cuaca Diperpanjang hingga 27 Januari
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Aris Sebut Dua Apartemennya Dipakai Endah Fitrianingsih dan Malik Bawazier Berselingkuh
Suami Endah Fitrianingsih Sakit Hati ke Malik Bawazier Atas Kasus Perzinaan
Kecelakaan Maut! BYD M6 Diduga Error hingga Tak Bisa Direm dan Tabrak Trotoar di Jakbar
Prediksi Skor Fenerbahce vs Roma di Liga Champions: Duel Seru Berpotensi Seri
Prediksi Skor PSV Eindhoven vs Shakhtar Donetsk di Liga Champions: Kans Boeren Amankan 3 Poin
Rombongan Badan Pangan Ditembaki di Papua Pegunungan, 3 Orang Tewas
Viral Pernyataan Pribadi Deputi Bakom soal Antek Asing di Balik Erupsi 6 Gunung Api di Indonesia
Prediksi Skor Sporting Lisbon vs Galatasaray di Liga Champions: Leões Sikat Tim Tamu di Kandang
Prediksi Skor Slavia Prague vs Lens di Liga Champions: Duel Sengit Rawan Berakhir Imbang!
Prediksi Skor Como vs RB Leipzig di Liga Champions: I Lariani Siap Libas Tim Tamu di Sinigaglia

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022