
Pelaku pelecehan seksual di salah satu SD di Serpong, Tangsel, diamankan oleh aparat kepolisian. (Polres Tangsel)
JawaPos.com - Aparat kepolisian dari Polres Tangerang Selatan (Tangsel) bergerak cepat dalam kasus pelecehan seksual terhadap siswa SD di Serpong. Pada Senin (19/1), polisi sudah menangkap terduga pelaku. Ironisnya pelaku berinisial YP itu merupakan guru sekaligus wali kelas korban.
Kasat Reskrim Polres Tangsel AKP Wira Graha Setiawan menjelaskan bahwa YP merupakan guru berusia 54 tahun. Dia ditangkap setelah polisi menerima laporan pada pukul 15.00 WIB kemarin. Penangkapan oleh polisi berlangsung sekitar pukul 19.00 WIB.
”Kami terima laporan sekira pukul 15.00 WIB, selanjutnya kami lakukan pemeriksaan secara berkala dan sekitar pukul 19.00 WIB kami sudah amankan pelakunya,” kata AKP Wira pada Selasa (20/1).
Menurut Wira, saat ditangkap di kediamannya di bilangan Ciputat, tidak ada upaya perlawanan dari pelaku. Karena itu, polisi mengambil langkah persuasif sebelum pelaku dibawa ke kantor polisi untuk menjalani proses hukum dalam tahap penyelidikan dan penyidikan.
”Kami bawa ke Polres Tangerang Selatan untuk kami dalami dalam proses penyelidikan dan penyidikan,” ujarnya.
Diberitakan sebelumnya belasan siswa di salah satu SDN di wilayah Serpong, Kota Tangsel diduga alami pelecehan seksual.
Berdasar informasi yang diterima oleh aparat kepolisian, ada belasan siswa yang menjadi korban pelecehan seksual. Dari belasan korban, sebanyak 9 diantaranya sudah membuat laporan kepolisian. Sejauh ini polisi belum mengungkap alasan maupun motif pelaku berbuat jahat kepada murid-muridnya.
Sebelumnya, Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie mengecam tindakan pelaku dan mendorong agar aparat penegak hukum memberikan sanksi tegas. Menurut Benyamin, tindakan tersebut sama saja dengan pengkhianatan terhadap dunia pendidikan.
Sebagai orang nomor satu di Tangsel, dia tidak bisa mentoleransi perbuatan pelaku. Dia memastikan bahwa Pemerintah Kota (Pemkot) Tangsel mengambil langkah tegas dan tanpa kompromi. Selain mendorong proses hukum pidana, sanksi administratif berat dipastikan akan dijatuhkan kepada pelaku.
”Saya mengutuk keras tindakan itu, itu adalah perbuatan yang sangat keji dilakukan di lingkungan pendidikan,” kata dia.
Benyamin menyatakan bahwa dirinya sudah menginstruksikan kepada jajaran Pemkot Tangsel untuk memberikan sanksi yang paling tegas sesuai dengan aturan kepegawaian yang berlaku. Tidak hanya itu, dia menjamin pelaku tidak lagi memiliki tempat di lingkungan sekolah. Dia tidak ingin peristiwa serupa terjadi lagi dan siswa di Tangsel menjadi korban. Untuk proses hukum, dia menyerahkan kepada polisi.
”Kami serahkan sepenuhnya kepada penegak hukum. Saya minta kasus ini diproses seadil-adilnya. Kami akan kawal sampai tuntas agar para korban mendapatkan keadilan yang layak,” ujarnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Celtic vs Ferencvaros di Liga Europa: Kans The Hoops Permalukan Lawan di Celtic Park
Prediksi Skor Malaga vs Villarreal di Liga Spanyol: Kapal Selam Kuning Siap Bombardir Tuan Rumah
Prediksi Skor Lillestrom vs Torreense di Liga Europa: Kans Kanarifuglene Menang di Arasen Stadion
Prediksi Skor Real Betis vs Getafe di Liga Spanyol: Los Verdiblancos Siap Sikat Perlawanan Tim Tamu
Prediksi Skor Besiktas vs Marseille di Liga Europa: Kara Kartallar Cabik-cabik Tim Tamu di Tupras
Prediksi Skor Arema FC vs Persik Kediri di Super League: Macan Putih Kembali Jinakkan Singo Edan!
Prediksi Skor Viktoria Plzen vs Union SG di Liga Europa: Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Susunan Pemain Manchester City vs Norwich: Maresca Rotasi Skuad
Prediksi Skor Levski Sofia vs Red Bull Salzburg di Liga Europa: Misi Die Roten Bullen Curi Poin
Prediksi Skor Real Sociedad vs Bournemouth di Liga Europa: Txuri-urdin Bakal Kesulitan Redam Lawan

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022