Ilustrasi PAM Jaya. (Istimewa)
JawaPos.com-Warga Jembatan Besi, Tambora, Jakarta Barat mengeluhkan pasokan air PAM sering mati total. Tak hanya mampet, saat mengalir pun air seringkali mengeluarkan aroma tidak sedap.
Kondisi ini diduga kuat merupakan dampak dari proyek galian jalan yang sedang berlangsung di kawasan tersebut.
Salah satu warga RT 003 RW 003 Jembatan Besi, Harijani, 64, mengaku air di rumahnya lebih sering mati total daripada mengalir. Kalaupun keluar, debitnya sangat kecil dan kualitasnya buruk.
’’Air mati total itu bisa sampai hampir dua bulan, terus ketika keluar juga paling cuma satu atau dua ember. Kadang juga kalau keluar airnya keruh dan kaya bau-bau air got," ujar Harijanti di lokasi, Kamis (8/1).
Akibat kualitas air yang tidak layak konsumsi ini, Harijani harus merogoh kocek lebih dalam untuk membeli air pikulan demi kebutuhan memasak. Sementara untuk mandi dan mencuci, ia terpaksa menumpang dari tempat ibadah terdekat.
’’Kalau keadaan airnya seperti itu ga memungkinkan digunakan untuk masak, jadi saya beli air pikulan setiap hari buat masak. Sementara kalau untuk mandi atau nyuci, saya ambil nyelang air dari musala," sambungnya.
Warga meyakini bahwa buruknya distribusi air ini bermula sejak adanya pekerjaan galian di lingkungan mereka. Proyek tersebut membuat aliran air menjadi tidak stabil dan mengecil drastis.
"Dari sejak ada galian air jadi sering mati bahkan sempat sampai mati total hampir sebulan. Kalau keluar juga itu kecil banget, setetes-setetes. Kadang nyala, kadang mati lagi," keluh Harijani. Ia sangat berharap pihak terkait segera melakukan perbaikan permanen. "Harapannya airnya diperhatikan, supaya lancar dan kualitasnya bagus. Jadi warga nggak susah," tambahnya.
Senior Manager Corporate and Customer Communication PAM JAYA Gatra Vaganza, menyebutkan, pihaknya baru menerima laporan resmi pada pekan lalu. "Keluhan itu tidak sampai dua bulan. Laporan baru masuk minggu lalu, dan per kemarin tim operasional kami sudah melakukan perbaikan karena memang ada isu teknis di lapangan," ungkap Gatra saat dihubungi.
Terkait aroma busuk pada air, Gatra mengakui adanya kemungkinan kontaminasi akibat kerusakan pipa di area proyek galian. ’’Kalau ada galian dan mengenai pipa, bisa saja terjadi kontaminasi, misalnya bercampur dengan air got, sehingga menimbulkan bau," ujarnya.
Meskipun perbaikan diklaim telah selesai, PAM JAYA berjanji akan melakukan pengecekan ulang setelah mendapat laporan bahwa beberapa titik masih mengalami kendala aliran. Pihaknya akan memastikan tim operasional kembali turun ke lapangan untuk menuntaskan masalah ini. (*)

Prediksi Skor Arema FC vs DPMM FC di Piala Presiden 2026! Momentum Singo Edan Lolos ke Semifinal
Suami Endah Fitrianingsih Sakit Hati ke Malik Bawazier Atas Kasus Perzinaan
Prediksi Skor Persib Bandung vs Tampines Rovers di Piala Presiden 2026! Maung Bandung Bisa Sapu Bersih Laga
Laporkan Malik Bawazier, Suami Endah Fitrianingsih Jadikan CCTV Bukti Perzinaan
Pelapor Perzinaan Malik Bawazier Dicecar 28 Pertanyaan di Polda Metro Jaya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Iran Ubah Strategi Perang, Teheran Kini Sengaja Paksa AS Masuk ke Konflik Lebih Besar
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Staf KPK dari Kepolisian Jadi tersangka Kasus Pemalang, Diduga Peras Bupati Anom
10 Ribu Massa PSHT Gelar Aksi di Surabaya Imbas Konflik DC dan Petugas Valet
