Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 17 September 2026 | 01.33 WIB

Motif 4 Senior Aniaya Serda Ahmad hingga Tewas, Kesal Telepon Ditutup oleh Junior

Puspomau mengumumkan telah menetapkan 4 orang sebagai tersangka penganiayaan yang menyebabkan Serda Ahmad meninggal dunia pada 10 September lalu. (Sahrul Yunizar/JawaPos.com) - Image

Puspomau mengumumkan telah menetapkan 4 orang sebagai tersangka penganiayaan yang menyebabkan Serda Ahmad meninggal dunia pada 10 September lalu. (Sahrul Yunizar/JawaPos.com)

JawaPos.com - Pusat Polisi Militer TNI AU (Puspomau) mengungkap motif 4 senior menganiaya Serda Ahmad Muzammil Farisa hingga meninggal dunia pada Kamis pekan lalu (10/9). 

Tindakan itu dilakukan karena kesal telepon tersangka ditutup oleh juniornya di satuan.

Komandan Puspomau Marsekal Madya TNI Daan Sulfi menyampaikan bahwa semua berawal dari Serda Mayzard yang menghubungi Serda RP melalui sambungan telepon untuk meminta bantuan. Namun, di tengah percakapan, RP menutup sambungan telepon tersebut.

”Seniornya meminta tolong untuk titip bahwa dia akan dinas, tugas luar ke luar kota, untuk memasukkan data namanya ke pesawat Angkatan Udara. Jadi, masalahnya di situ,” kata Daan.

Di tengah komunikasi melalui sambungan telepon tersebut, Serda RP menutup telepon saat pembicaraan masih berlangsung. Tindakan Serda RP membuat Serda Mayzard merasa tersinggung dan marah. Sehingga Rabu (9/9), Serda Mayzard mengumpulkan juniornya, termasuk Serda Ahmad, di belakang Mess Galaksi sekitar pukul 21.10 WIB.

Serda RP kemudian mendapat hukuman push up dan sit up masing-masing 100 kali. Saat itulah 3 tersangka lainnya, yakni Serda Jordan Martua, Serda Muh. Aldhi D, dan Serda Andri Hiskia tiba di lokasi untuk bergabung dengan Serda Mayzard. Serda Jordan memukul Serda Ahmad sebanyak 3 kali.

”Setelah menerima pukulan ketiga, korban langsung jatuh jongkok dan lemas, terjatuh, kemudian berikutnya langsung pingsan,” jelas Daan.

Diakui oleh Daan, korban penganiayaan memang bukan hanya Serda Ahmad dan Serda RP, ada seorang junior Serda Mayzard lain yang juga kena imbas. Yakni Serda ZN. Namun, di antara ketiga prajurit itu hanya Serda Ahmad yang meninggal dunia. Dua prajurit lainnya masih bisa berdinas.

Editor: Dinarsa Kurniawan
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore