
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung hadiri penyerahan hibah aset Gedung Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) kepada pihak yayasan, Kamis (18/12). (Istimewa)
JawaPos.com - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memastikan Pemprov DKI Jakarta kini dalam posisi siaga menghadapi ancaman Super Flu atau virus Influenza Tipe A (H3N2) Subclade K. Meski hingga saat ini belum ditemukan kasus di Jakarta, langkah antisipasi mulai diperketat.
Pramono menegaskan bahwa dinamika penyakit menular yang sangat cepat menuntut Jakarta untuk tidak lengah. Ia mengaku telah memberikan instruksi khusus kepada jajarannya untuk mematangkan strategi pencegahan.
Sebagai langkah konkret, Pramono telah menjalin komunikasi langsung dengan Menteri Kesehatan untuk memitigasi kemungkinan terburuk jika virus ini masuk ke Ibu Kota.
"Berkaitan dengan super flu, saya secara khusus sudah meminta kepada Kepala Dinas Kesehatan, Bu Ani untuk mempersiapkan itu. Kemarin saya juga sudah berkomunikasi dengan Bapak Menteri Kesehatan," ujar Pramono di Cakung, Jakarta Timur, Selasa (6/1).
Pemanggilan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta dilakukan untuk memastikan kesiapan teknis di lapangan. Mulai dari pemantauan intensif hingga respons cepat jika terjadi lonjakan kasus secara mendadak.
"Sehingga dengan demikian Jakarta untuk mengantisipasi itu sudah kami lakukan, karena memang secara khusus saya sudah memanggil Ibu Dinas Kesehatan untuk hal yang berkaitan dengan super flu itu," ungkap Pramono.
Status Terkini: Jakarta Masih Nihil Kasus
Berdasarkan laporan terbaru, Pramono menyatakan bahwa wilayah Jakarta masih aman dari sebaran virus tersebut. Namun, ia menekankan pentingnya kesiapsiagaan sebelum kasus pertama muncul.
"Memang sampai hari ini dari laporan yang ada di Jakarta belum ada, toh kalau ada pun kita juga harus bersiap," ujarnya.
Sesuai data epidemiologi, virus Super Flu ini mulai menunjukkan peningkatan aktivitas penularan secara global sejak Agustus 2025. Meskipun penyebarannya sangat cepat dibandingkan flu biasa, WHO mencatat belum ada indikasi peningkatan keparahan penyakit yang signifikan.
Waspada Penularan Pasca-Libur Nataru
Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Ani Ruspitawati sebelumnya mengingatkan masyarakat agar tetap waspada. Terutama mengingat tingginya mobilitas penduduk setelah libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) serta masuknya musim penghujan.
"Warga Jakarta harus senantiasa waspada akan terjadinya potensi penularan penyakit ISPA, mengingat mobilitas penduduk yang cukup tinggi setelah masa libur natal dan tahun baru serta sudah dimulainya musim penghujan," ucap Ani, Senin (5/1).
Data Kementerian Kesehatan menunjukkan bahwa virus ini sebenarnya sudah terdeteksi di delapan provinsi di Indonesia sejak tahun lalu, termasuk Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Namun, untuk Jakarta, statusnya masih bersih.
"Berdasarkan informasi tersebut, saat ini masih belum ditemukan kasus super flu di Provinsi DKI Jakarta," jelas Ani.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
