
Ilustrasi seseorang yang terkena flu. (pexels/Photo by Photo By: Kaboompics.com)
JawaPos.com - Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta memastikan bahwa hingga saat ini belum ditemukan kasus Super Flu atau virus Influenza Tipe A (H3N2) Subclade K di wilayah Ibu Kota. Meski Jakarta masih nihil kasus, warga diminta tidak lengah mengingat tingginya mobilitas pasca-libur Nataru dan masuknya musim penghujan.
Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Ani Ruspitawati, menjelaskan bahwa sebutan "Super Flu" muncul karena kemampuan virus ini menyebar dengan sangat cepat dibandingkan flu biasa.
"Virus ini mulai meningkat aktivitas penularannya sejak Agustus 2025 di seluruh dunia. Meski demikian, data epidemiologi terkini yang dirilis WHO tidak mengindikasikan terdapat peningkatan keparahan penyakit," ujar Ani kepada wartawan, Senin (5/1).
Meskipun Jakarta masih aman, data Kementerian Kesehatan melalui whole genome sequencing (WGS) per 1 Januari 2026 menunjukkan virus ini sudah menyebar di Indonesia sejak Agustus tahun lalu.
Saat ini, Super Flu telah terdeteksi di delapan provinsi, yaitu Jawa Timur, Kalimantan Selatan, Jawa Barat, Sumatra Selatan, Sumatra Utara, Jawa Tengah, Sulawesi Utara, dan Daerah Istimewa Yogyakarta.
"Berdasarkan informasi tersebut, saat ini masih belum ditemukan kasus super flu di Provinsi DKI Jakarta," jelas Ani.
Potensi penularan tetap menjadi perhatian serius Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Kombinasi cuaca ekstrem dan kerumunan warga setelah libur panjang menjadi faktor risiko yang patut diwaspadai.
"Warga Jakarta harus senantiasa waspada akan terjadinya potensi penularan penyakit ISPA, mengingat mobilitas penduduk yang cukup tinggi setelah masa libur natal dan tahun baru serta sudah dimulainya musim penghujan," ucap Ani.
Sebagai langkah deteksi dini, Dinkes DKI telah mengaktifkan sistem surveilans di fasilitas kesehatan. Setidaknya ada 5 puskesmas di tiap wilayah kota dan 1 rumah sakit yang menjadi garda terdepan untuk memantau indikasi penyebaran kasus ISPA.
Masyarakat diimbau untuk kembali memperketat protokol kesehatan sederhana, seperti rutin mencuci tangan, menggunakan masker saat tidak fit, dan menjaga daya tahan tubuh melalui nutrisi seimbang serta olahraga.
Namun, Ani mengingatkan agar warga segera mencari bantuan medis jika muncul gejala pernapasan yang memberat.
"Waspadai tanda-tanda pneumonia dan pneumonia berat seperti napas cepat, tarikan dinding dada ke dalam, saturasi oksigen kurang dari 92 persen PP," ungkap Ani.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Malaysia vs Vietnam: Superkomputer Jagokan The Golden Star Warriors
Soal Penolakan Pembangunan Gereja di Citraland, Wali Kota Eri: Tidak Sesuai Site Plan
Prediksi Skor Singapura vs Thailand: Ilhan Fandi Jadi Ancaman, Tuan Rumah Bisa Bikin Kejutan
Persebaya Surabaya Siapkan Penyerang Pengganti Alex Martins di Super League
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor Sabah FC vs Persib Bandung: Pangeran Biru Bidik Puncak Dewata Challenge Series 2026
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Kasus Penjahit Rasis Bali Kembali Diperbincangkan, Diduga Ada Intimidasi Saat Audiensi
