
Enam orang pelaku tawuran antar remaja diamankan di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin (3/11) dini hari. (Istimewa)
JawaPos.com - Jakarta mengawali tahun 2026 dengan kabar kelam. Dalam dua hari kemarin, gelombang tawuran pecah di berbagai titik mulai dari Manggarai, Klender, hingga Ciracas.
Sekretaris Komisi E DPRD DKI Jakarta, Justin Adrian Untayana menyoroti lemahnya peran keluarga sebagai akar masalah. Ia menilai, pembiaran terhadap anggota keluarga yang terlibat aksi negatif menjadi pemicu utama suburnya budaya kekerasan jalanan ini.
Justin menegaskan tawuran bukan sekadar kenakalan remaja biasa, melainkan perilaku menyimpang yang bisa menular jika tidak dihentikan dari lingkup terkecil, yaitu rumah.
"Tawuran ini adalah perilaku yang menular. Oleh karena itu, setiap keluarga harus berperan aktif untuk memastikan anggota-anggotanya tidak menjadi pelaku tawuran," tegas Justin, dikutip Sabtu (3/1).
Menurutnya, selama ini banyak keluarga yang seolah menutup mata karena merasa tidak ada dampak langsung yang mereka rasakan saat anaknya terlibat keributan.
"Hingga saat ini, terlalu banyak keluarga yang bersikap abai dengan perilaku anggota-anggotanya karena tidak ada konsekuensi terhadap para pelaku tawuran," sambungnya.
Legislator Kebon Sirih ini juga mengkritik pola penanganan aparat dan pemerintah selama ini. Selama bertahun-tahun, pelaku tawuran yang tertangkap hanya dipulangkan setelah melalui proses formalitas.
Sudah ribuan kali para pelaku yang diamankan hanya dikembalikan kepada orang tuanya dengan seremoni berpelukan dan berurai air mata belaka. Pola ini dinilai sama sekali tidak memberikan efek jera.
Usulan Ekstrim: Cabut Bansos Pelaku Tawuran
Guna memutus rantai kekerasan ini, Justin mengusulkan langkah yang jauh lebih berani. Ia meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melalui Dinas Sosial (Dinsos) untuk mengevaluasi pemberian bantuan sosial (Bansos).
Ia mengusulkan agar keluarga yang anggotanya terbukti menjadi pelaku tawuran dicabut haknya sebagai penerima bantuan dari pemerintah.
"Pemprov DKI perlu menunjukkan ketegasan. Masalah ini sudah terjadi berulangkali dan semakin larut tanpa adanya serangkaian solusi konkret yang bisa menyelesaikannya secara tuntas," ungkap Justin.
Baginya, anggaran Bansos harusnya dialokasikan untuk warga yang benar-benar menjaga ketertiban umum di Jakarta.
"Bansos ini adalah keringat rakyat Jakarta, sebaiknya tidak diberikan kepada mereka yang tidak berpartisipasi menjadi warga Jakarta yang baik," imbuhnya.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
