
Antivenom (AMRI HUSNIATI/JAWA POS)
JawaPos.com - 'Teror' ular kobra ternyata tak hanya terjadi di kawasan Depok dan pinggiran Jakarta saja. Hari ini, Kamis (26/12) belasan anak ular kobra muncul di permukiman warga RW 05 Cipinang Melayu, Makasar, Jakarta Timur.
Menurut warga RT 02/RW 05 Cipinang Melayu, Diran Anam, diperkirakan tidak kurang dari 18 anak kobra saat ini berkeliaran di kawasan pemukiman padat penduduk itu.
Menurut, pria 45 tahun itu, ular kobra kerap bermunculan saat malam dan siang hari dari kawasan semak-semak jalan menuju halaman rumah warga.
Sekitar pukul 14.00 WIB, Diran bersama tetanganya memutuskan untuk berburu ular tersebut dengan melibatkan petugas Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Timur.
"Ada empat ekor yang berhasil ditangkap bersama warga. Saat ini proses pencarian masih dilakukan empat petugas Damkar," katanya.
Kobra yang ditangkap warga diperkirakan baru menetas pada dua pekan lalu dengan ukuran serupa jari tengah orang dewasa.
Perburuan oleh warga dilakukan menggunakan gagang sapu dan sejumlah peralatan kayu. "Satu ekor saya getok pakai gagang sapu dan mati. Saya takut di patuk karena berbisa," katanya.
Dia menyebutkan kemunculan belasan ular kobra di lingkungan mereka diduga imbas terganggunya habitat. "Tadinya kobra ini ada di belakang kebun, tapi sudah kena gusur. Itu kan habitat dia (ular)," katanya.
Kepala Seksi Operasional Damkar Jakarta Timur Gatot Sulaeman mengatakan, petugas evakuasi disebar ke sejumlah penjuru kawasan, termasuk sarang tempat ular bertelur di sebelah rumah Diran.
"Usai pencarian selama 1,5 jam, petugas belum menemukan keberadaan ular lainnya. Pencarian dihentikan pukul 17.38 WIB," katanya.
Pihaknya akan menunggu kabar lanjutan dari warga manakala ular tersebut kembali muncul. Gatot menambahkan belum ada laporan terkait korban dari keberadaan ular di kawasan tersebut.
Diketahui, saat ini baru ada tiga rumah sakit penyedia serum antibisa ular, menyusul fenomena bermunculannya ular kobra di sejumlah wilayah.
"Hingga 18 Desember 2019, ada tiga rumah sakit penyedia serum antibisa ular di Jakarta Timur," kata Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Timur Indra Setiawan di Jakarta, Kamis.
Rumah sakit yang dimaksud adalah Rumah Sakit Persahabatan, RS Haji Jakarta dan RS Adhyaksa. Namun, masyarakat juga bisa mengakses layanan serum antibisa ular di rumah sakit lainnya di sejumlah wilayah Jakarta di antaranya:
Jakarta Jakarta Pusat
1. RSUPN Cipto Mangunkusumo
2. RSPAD Gatot Subroto
3. RSUD Tarakan
4. RS Islam Cempaka Putih
Jakarta Utara
1. RSPI Sulianti Saroso
2. RS. Pantai Indah Kapuk
Jakarta Barat
1. RSUD Cengkareng
2. RS Mitra Keluarga Kalideres
Jakarta Selatan
1. RSUP Fatmawati
2. RSUD Pasar Minggu
3. RSUD Jati Padang
4. RS Suyoto
Kepulauan Seribu
1. RSUD Kepulauan Seribu.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
13 Gudeg Paling Enak di Solo dengan Harga Terjangkau, Rasa Premium, Cocok untuk Kulineran Bareng Keluarga!
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Sejarah Die Roten Selalu Lolos dari Semifinal Liga Champions, Masih Dominan Lawan Klub Ligue 1
