Abud Mahmudin (28), salah satu operator SPBU 3413901 yang dianiaya pelaku diduga aparat hingga gigi copot di kawasan Cipinang, Pulogadung, Jakarta Timur, Selasa (24/2/2026). (ANTARA/Siti Nurhaliza)
JawaPos.com – Tiga operator SPBU di Cipinang, Pulogadung, Jakarta Timur (Jaktim) menjadi korban penganiayaan pembeli BBM yang diduga aparat. Tak hanya dianiaya, dia juga mendapat ancaman pembunuhan oleh pelaku.
"Saya dipukul bolak-balik. Saya lari ke belakang, ke arah fasilitas hunian sementara (mess). Dia kejar sambil bilang, Lari lu, mau ke mana lu, mau mati sekarang lu?," ujar korban bernama Lukman Hakim itu, Senin (23/2) sebagaimana dilansir dari Antara.
Lukman yang baru enam bulan bekerja di SPBU tersebut menjelaskan, insiden bermula saat dia bertugas pada Minggu (22/2) sekitar pukul 22.00 WIB.
"Awalnya saya lagi jaga malam, situasi lagi santai. Datang mobil pelaku masuk untuk isi bahan bakar minyak (BBM). Saya tunggu barcode-nya, tapi beberapa menit belum ditunjukkan," ujar Lukman.
Karena antrean kendaraan mulai mengular, dia berinisiatif meminta barcode subsidi yang menjadi syarat pengisian sesuai prosedur Pertamina.
Saat dicek, ternyata barcode yang ditunjukkan tidak sesuai dengan jenis kendaraan yang dipakai. Menurut Lukman, pelat nomor kendaraan memang sama, tetapi data dan jenis kendaraan dalam barcode berbeda.
"Mobilnya seperti Alphard, tapi di 'barcode' tertulis jenis Kijang. Sesuai standar operasional prosedur (SOP) dari Pertamina, walaupun pelatnya sama tapi kalau barcode beda, kita tidak boleh isi," ucap Lukman.
Diduga tidak terima ditegur oleh Lukman, pelaku marah-marah di area pengisian. Ia juga berteriak dan menantang para petugas. "Seperti menantang, dia bilang, 'siapa yang berani sama saya?'," kata Lukman.
Pelaku yang makin emosi mendorong staf SPBU lainnya, yakni Ahmad Khoirul Anam hingga kepalanya terbentur ke mobil pelaku.
Lalu menganiaya staf lainnya bernama Abud Mahmudin yang coba menenangkan situasi, sebelum kembali ke mobil dan melajukan kendaraannya.
Rupanya, tak berapa lama, pelaku kembali turun dari mobil dan mengejar Lukman yang tengah menghitung uang setoran. Lukman pun lari menghindari serangan pelaku.
"Saya dipukul bolak-balik sama dia. Nah, baru saya lari ke belakang. Lari ke mes dikejar sama dia. Warga ngomong langsung bilang ke Polsek, ya udah saya lari ke Polsek," jelas Lukman.
Usai menyelamatkan diri ke Polsek Pulogadung, pelaku didapati sudah pergi dan tak lagi mengejar Lukman.
Sementara itu, dua korban lainnya tetap berada di lokasi untuk meredakan situasi. Salah satu korban yakni Anam bajunya sobek akibat tarik-menarik dan pemukulan.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Ariel NOAH 18 Tahun Menduda, Dekat dengan Wulan Guritno di Ultah ke-45
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
7 Kebiasaan yang Bikin Ban Motor Cepat Botak, Mana yang pernah Kamu Lakukan?
Viral Pegawai BGN Sindir Korban Keracunan MBG Sambil Makan Chicken Katsu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sudah Tak Jadi Menkeu, Uang Rp 100 Ribu Bertanda Tangan Purbaya Malah Diburu
10 Kali Sidang Kasus Kuota Haji, Saksi Beberkan Tak Ada Dugaan Kerugian Negara
Psikolog Umum Kompeten dan Siap Berikan Layanan di Puskesmas, Pendidikan, Organisasi serta Komunitas
Tak Lagi jadi Menkeu, Momen Purbaya Makan Bakso Berdua Istri dan Kembali Nyetir Sendiri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022