Pemkot Surabaya nyatakan sanksi pelanggar Perda Nomor 2 Tahun 2019 tentang Kawasan Tanpa Rokok berlaku bagi rokok konvensional maupun rokok elektrik atau vape
JawaPos.com - Kabar baik datang bagi ratusan ribu pedagang pasar di Jakarta. Rancangan Peraturan Daerah Kawasan Tanpa Rokok (Ranperda KTR) DKI Jakarta kini memasuki babak baru setelah mendapatkan fasilitasi dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).
Hasil fasilitasi tersebut menghasilkan poin krusial. Diantaranya, penghapusan pasal pelarangan pemajangan rokok pada titik penjualan. Selain itu, Ditjen Otda Kemendagri juga meminta DPRD DKI Jakarta untuk menetapkan pengecualian penjualan dan pembelian produk rokok di pasar dan tempat umum lainnya yang menyelenggarakan kegiatan ekonomi.
Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) menyambut positif arahan dari Ditjen Otda Kemendagri ini. Selama ini, para pedagang khawatir aturan yang terlalu ketat justru akan mematikan mata pencaharian mereka.
Sekretaris Jenderal APPSI, Mujiburrohman, menegaskan bahwa aspirasi pedagang kecil harus menjadi prioritas dalam penyusunan Perda KTR ini agar tetap berkeadilan.
"Kami mengapresiasi Kemendagri atas hasil fasilitasi yang sejalan dengan harapan kami. APPSI berharap aspirasi kami, para pedagang tolong benar-benar diakomodir. Kami berharap ketika Ranperda ini lahir menjadi Perda KTR, hasilnya sesuai dengan hasil fasilitasi Kemendagri tersebut," ujar Mujiburrohman, Kamis (25/12).
Sebelumnya, draf Ranperda KTR sempat memicu kekhawatiran karena memuat aturan yang dianggap eksesif. Beberapa poin yang disoroti antara lain:
- Larangan menjual rokok dalam radius 200 meter dari sekolah atau tempat bermain.
- Larangan memajang produk rokok (display) di toko.
- Perluasan area tanpa rokok hingga masuk ke dalam pasar tradisional.
Data APPSI menunjukkan ada 153 pasar di bawah naungan Perumda Pasar Jaya dengan total 110.480 pedagang yang bisa terdampak langsung jika aturan ini dipaksakan.
Pakar: Pemprov DKI Wajib Patuhi Kemendagri
Secara hukum, hasil fasilitasi Kemendagri bukanlah sekadar saran, melainkan perintah regulasi. Pengamat Hukum Tata Negara, Ali Rido, menjelaskan bahwa mengabaikan arahan pusat bisa berakibat fatal secara hukum.
Apabila hasil fasilitasi Ditjen Otda Kemendagri atas Ranperda KTR DKI Jakarta tidak ditindaklanjuti, maka bertentangan dengan Pasal 88 dan Pasal 90 Permendagri No. 80 Tahun 2015 jo. Permendagri No. 120 Tahun 2018.
"Jika DPRD DKI Jakarta maupun Pemprov DKI Jakarta tidak mengikuti hasil fasilitasi tersebut, ini berarti bentuk pengabaian terhadap konsepsi pembinaan Pemerintah Daerah yang diatur dalam Pasal 374 UU No. 23/2014," tegas Ketua Pushati FH Universitas Trisakti tersebut.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Bikin Geger Lagi, 244 Siswa Hingga Guru di Batang Tumbang Usai Santap MBG
Prediksi Skor Andorra vs Malta di Liga Nations UEFA: The Reds Menang Tipis di Encamp
Prediksi Skor Laos vs Brunei di FIFA ASEAN Cup: Thim Xad Menang di Laga Perdana
Prediksi Skor Norwegia vs Denmark di Liga Nations UEFA: The Vikings Menang Tipis di Ullevaal Stadion
Prediksi Skor Austria vs Israel di Liga Nations UEFA: Das Team Menang Telak di Raiffeisen Arena
Prediksi Skor Timnas Jepang U-23 vs Thailand U-23 di Asian Games 2026
Prediksi Skor Liechtenstein vs Lithuania di Liga Nations UEFA: Rinktinė Menang di Kandang Lawan
Prediksi Skor Myanmar vs Timor Leste di FIFA ASEAN Cup: Singa Asia Gasak Lawan di Laga Perdana
Prediksi Skor Jepang vs Uruguay: Ko Itakura Targetkan Kemenangan
Prediksi Skor Kosovo vs Irlandia di Liga Nations UEFA: The Green Army Curi Poin di Fadil Vokrri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022