
Ayu Puspita, Wedding Organizer yang Diduga Lakukan Penipuan hingga Resepsi Tanpa Makanan. (Kolase Thread @cindyangelina)
JawaPos.com - Tersangka kasus dugaan penipuan dengan modus Wedding Organizer (WO), Ayu Puspita, tidak hanya dilaporkan oleh pengantin yang merasa dirugikan. Vendor yang bekerja sama dengan WO milik tersangka juga telah membuat laporan ke Polres Metro Jakarta Utara (Jakut).
Dalam rekaman video yang beredar luas di media sosial, memang sempat disampaikan bahwa Ayu turut menunggak sejumlah pembayaran kepada vendor. Namun, dia berdalih urusan dengan vendor sudah dia negosiasikan. Sehingga tidak lagi menjadi soal.
Namun, keterangan yang disampaikan oleh Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Utara (Jakut) Kompol Onkoseno Grandiarso menguak fakta baru. Tidak hanya pengantin, vendor juga ikut melaporkan Ayu kepada polisi karena merasa telah dirugikan.
"Itu termasuk juga ada, tadi ada dari salah satu vendor juga yang melaporkan belum dibayar juga. Itu ada susulan. Jadi, selain korban ini, selain konsumen, juga ada juga dari pihak vendor," ungkap dia.
Meski sudah ada 87 korban yang merasa dirugikan, Onkoseno menyatakan bahwa tidak menutup kemungkinan ada korban lain yang mengadu kepada polisi. Mengingat, para korban yang sejauh ini melapor mengakui bahwa kejadian dugaan penipuan berlangsung sejak tahun lalu. Artinya lebih kurang 2 tahun Ayu melakukan penipuan.
"Memang sampai dengan hari Senin pagi (kemarin) itu ada 87 laporan. Namun, dari hari Senin kemarin sampai hari ini masih ada beberapa laporan lagi yang masih kami himpun. Dan tentunya juga masih kami lakukan pemeriksaan terhadap para korban lainnya," terang dia.
Onkoseno memastikan bahwa para korban yang melapor sudah menyelesaikan pembayaran kepada Ayu sesuai dengan kontrak. Namun, saat acara pernikahan berlangsung, ada item-item tertentu yang tidak dipenuhi oleh Ayu sebagai pemilik dan penanggung jawab WO. Salah satunya adalah makanan katering. Hal itu membuat korban merasa dirugikan.
"Ada item-item yang lain yang pada intinya tidak, tidak diadakan, padahal itu sudah dibayar," imbuhnya.
Kasus yang menjerat Ayu berawal dari keluhan salah seorang korban di media sosial. Keluhan itu lantas viral hingga memantik kemunculan korban lainnya. Ternyata jumlahnya ratusan. Mereka kemudian sepakat mendatangi rumah ayu dan meminta pertanggung jawaban. Salah seorang korban bahkan membuat laporan resmi di Polres Metro Jakut.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Belgia vs Prancis di Liga Nations UEFA: Les Bleus Unggul Tipis dari Tuan Rumah
Prediksi Skor Hong Kong vs Laos di FIFA ASEAN Cup: Duel Seru Berpotensi Imbang di Kai Tak Stadium
Prediksi Skor Georgia vs Ukraina di UEFA Nations League: Misi Berat Kvaratskhelia Cs di Kandang
Prediksi Skor Armenia vs Montenegro di Liga Nations UEFA: Hrabri Sokoli Bakal Sulitkan Tuan Rumah
Guruh Soekarnoputra Meninggal, Ini Daftar Anak Soekarno yang Masih Hidup dan Sudah Tiada
Prediksi Skor Turki vs Italia di Liga Nations UEFA: Kans Ay-Yıldızlılar Hentikan Perlawanan Azzurri
Prediksi Skor Kamboja vs Myanmar di FIFA ASEAN Cup: Singa Asia Berpeluang Menang Tipis
Prediksi Skor Israel vs Irlandia di UEFA Nations League: The Green Army Curi Kemenangan Tandang
Prediksi Skor Lithuania vs Azerbaijan di UEFA Nations League: Duel Ketat Berpotensi Imbang
Prediksi Susunan Pemain Prancis vs Belgia: Tanpa Mbappe, Zidane Hadapi Ujian Berat

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022