
Suasana kepadatan penumpang KRL di Stasiun Tanah Abang Baru, Jakarta, Kamis (06/11/2025). (Hanung Hambara/Jawa Pos)
JawaPos.com - Laporan terbaru dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menempatkan Jakarta di posisi teratas sebagai kota paling padat di dunia pada tahun 2025. Angka yang disebutkan pun fantastis, hampir 42 juta penduduk.
Namun, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta langsung Jiwa respons. Mereka menegaskan bahwa angka 42 juta jiwa tersebut bukan merujuk pada penduduk resmi yang ber-KTP Jakarta.
Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta Bidang Komunikasi Sosial Chico Hakim menjelaskan, angka yang dicantumkan PBB dalam dokumen World Urbanization Prospect 2025 tersebut menggambarkan totalitas pergerakan orang. Ini mencakup mereka yang beraktivitas di wilayah Jakarta dan sekitarnya.
"Jumlahnya mencapai 42 juta jiwa yang dihitung berdasarkan aktivitas harian, bukan penduduk resmi," ujar Chico, Kamis (27/11).
Menurut Chico, data ini bersifat De facto. Artinya, perhitungan berdasarkan siapa saja yang berada atau beraktivitas di area Jakarta. Data ini dikumpulkan dari estimasi metropolitan, lembaga internasional, dan mobilitas.
Angka 42 juta penduduk di Jakarta ini dianggap sebagai penggambaran fungsional urbanisasi di sebuah kota megapolitan. Ini mengukur semua orang yang sehari-hari beraktivitas di Jakarta, termasuk komuter yang tinggal di kota-kota penyangga (pinggiran).
Chico memaparkan bahwa secara administrasi, penduduk resmi Jakarta hanya berkisar 11.010.514 jiwa. Data ini bersumber dari Data Kependudukan Bersih Semester 1 Tahun 2025 Provinsi DKI Jakarta yang dirilis Ditjen Dukcapil, Kemendagri.
"Angka ini merupakan penduduk resmi berdasarkan NIK yang teregistrasi beralamat di Jakarta dan merupakan data resmi negara. Sumber data berasal dari Kemendagri (Ditjen Dukcapil) berupa Data Kependudukan Bersih yang dirilis per semester," terang Chico.
Laporan PBB ini menyorot perhatian karena posisi Jakarta yang mengalahkan kota-kota super padat lainnya. Diantaranya, Dhaka, Bangladesh yang berada di urutan kedua, dengan sekitar 40 juta jiwa.
Kemudian, Tokyo, Jepang yang diperkirakan memiliki sekitar 33 juta jiwa.
Secara global, PBB mencatat bahwa sekitar 45 persen dari populasi dunia kini tinggal di kawasan perkotaan. Angka urbanisasi ini terus melonjak drastis, mengingat pada tahun 1950 hanya 20 persen penduduk dunia yang tinggal di kota.

Puluhan Orang Terjebak di AEON Mall Kumamoto Usai Gempa Dahsyat M7,1 Diikuti Ledakan
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Malik Bawazier Dilaporkan ke Polda Metro Jaya, Suami Cut Keke Diduga Tersangkut Kasus Perzinaan
Profil Mitchell Baker: Striker Naturalisasi Timnas Indonesia Berdarah Yogyakarta, Debut Gemilang di Piala AFF 2026
Prediksi Skor hingga Rekor Pertemuan Persebaya vs PSMS: Ayam Kinantan Lebih Unggul Atas Green Force
Sempat ‘Hilang’ dari Bangku Cadangan saat Timnas Indonesia Gulung Kamboja, John Herdman Ungkap Alasannya
Profil Aripat, Suami Nathalie Holscher: Dari Sales hingga Menjadi Pengusaha
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs PSMS Medan di Piala Presiden 2026: Misi Green Force Raih 3 Poin Lagi!
Prediksi Skor Port FC vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Pembuktian Magis Shin Tae-yong!
