
Gubernur Banten Andra Soni menjenguk Revan, warga baduy korban pembacokan di Jakarta.(Instagram: andrasoni12)
JawaPos.com - Beberapa waktu lalu, media sosial ramai terkait warga Baduy yang merupakan korban begal ditolak rumah sakit (RS) di Jakarta. Atas kondisi itu, Gubernur DKI Pramono Anung memerintahkan jajarannya untuk mencari kepastian hal tersebut.
Dari hasil laporan yang diterima, Pramono menyebutkan, tidak ditemukan RS yang menolak untuk mengobati warga Baduy tersebut.
“Tidak benar ada penolakan dari rumah sakit. Saya secara khusus sudah memanggil kepala dinas (Kepala Dinas Kesehatan DKI Ani Ruspitawati). Bahkan, Bu Ani sendiri akhirnya turun ke lapangan untuk mengecek itu. Jadi sama sekali itu enggak benar ya,” terang Pramono.
Pramono menduga, ada kendala komunikasi antara warga Baduy dengan RS karena perbedaan bahasa, namun hal itu bukan bentuk penolakan. Pramono menegaskan seluruh rumah sakit, baik milik Pemprov DKI maupun swasta, tetap melayani warga dengan baik.
“Bukan karena tidak punya KTP. Enggak,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan DKI Ani Ruspitawati menuturkan, hasil verifikasi lapangan menunjukkan informasi tersebut tidak benar. Dinkes DKI telah berkoordinasi dengan beberapa fasilitas kesehatan di wilayah Cempaka Putih dan Pulogadung. Di antaranya, RSIJ Cempaka Putih, RS Yarsi, RS Rojak, RS Evasari, dan RSUD Cempaka Putih.
“Setelah kami lakukan verifikasi lapangan dan berkoordinasi dengan pihak rumah sakit, hasilnya menunjukkan klaim penolakan tersebut tidak benar,” ujar Ani.
Dinkes DKI disebutkannya tidak menemukan data administrasi ataupun catatan medis yang menunjukkan korban pernah datang atau ditolak di fasilitas-fasilitas kesehatan tersebut. RSIJ Cempaka Putih juga memastikan tidak pernah menerima pasien bernama Repan dan menegaskan komitmen pelayanan tanpa diskriminasi.
Menurut Ani, korban justru telah mendapat penanganan awal di RS St. Carolus sebelum dirujuk untuk pelayanan lanjutan ke RS Ukrida, Jakarta Barat. Dugaan penolakan muncul karena setelah perawatan awal, pasien diminta melapor ke kepolisian untuk keperluan visum, prosedur standar dalam penanganan kasus dugaan kekerasan.
Dinkes DKI juga memperoleh rekaman CCTV yang memperlihatkan proses pemberian layanan medis kepada korban. Bukti visual itu memperkuat verifikasi bahwa korban telah mendapatkan penanganan sesuai prosedur.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Guruh Soekarnoputra Meninggal, Ini Daftar Anak Soekarno yang Masih Hidup dan Sudah Tiada
Prediksi Skor Hong Kong vs Laos di FIFA ASEAN Cup: Duel Seru Berpotensi Imbang di Kai Tak Stadium
Prediksi Skor Slovakia vs Moldova di Liga Nations UEFA: Sokoli Borong Gol di Futbal Tatran Aréna
Prediksi Skor Albania vs Belarus di Liga Nations UEFA: Kuq e Zinjtë Menang Tipis Hadapi Tim Tamu
Prediksi Skor Bulgaria vs Luksemburg: Duel Ketat, Tuan Rumah Diunggulkan
Prediksi Skor Kamboja vs Myanmar di FIFA ASEAN Cup: Singa Asia Berpeluang Menang Tipis
Prediksi Skor Kuwait vs Irak di Arabian Gulf Cup: Laga Sengit Rawan Berakhir Imbang
Prediksi Skor Makedonia Utara vs Swiss di Liga Nations UEFA: Nati Pesta Gol di Kandang Lawan
Prediksi Skor Lithuania vs Azerbaijan di UEFA Nations League: Duel Ketat Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Slovenia vs Skotlandia: Sesko Absen, Era Baru Pocognoli Dimulai di Ljubljana

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022