
Senjata api mainan yang diduga milik pelaku ledakan di Masjid SMAN 72 Jakarta, Jumat (7/11) siang. (Istimewa)
JawaPos.com - Pendalaman pasca ledakan di SMAN 72 Jakarta, Kelapa Gading, Jakarta Utara (Jakut) pada Jumat pekan lalu (7/11) masih terus berlangsung. Riwayat pencarian pelaku berinisial F di dunia maya juga ditelusuri. Polda Metro Jaya sudah berkoordinasi dengan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) untuk memblokir situs-situs tersebut.
Direktur Reserse Siber Polda Metro Jaya Kombes Roberto Gomgom Manorang Pasaribu menyampaikan bahwa seluruh situs yang dikunjungi oleh pelaku sejak awal tahun sudah dimonitor oleh jajarannya.
Pihaknya bekerja sama dengan Detasmen Khusus (Densus) 88 Antiteror telah mengidentifikasi situs tersebut dan berkoordinasi langsung dengan Komdigi.
”Kami juga sudah melakukan koordinasi dengan Komdigi, Direktorat Jenderal Pengawasan Ruang Digital untuk melakukan pembatasan atau pemblokiran terhadap website-website tersebut,” kata Kombes Roberto dikutip pada Rabu (12/11).
Roberto menyampaikan bahwa situs yang dikunjungi oleh pelaku beragam. Termasuk diantaranya media massa dalam jaringan (daring) atau media online.
Selain mengambil langkah tegas untuk memblokir situs-situs yang dianggap berbahaya dan telah memengaruhi pelaku untuk meledakan sekolahnya, Polda Metro Jaya juga melaksanakan digital forensik.
”Karena satu buah laptop yang sempat tidak berada di tangan anak tersebut itu baru ditemukan oleh penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Polda Metro Jaya) dan sudah diserahkan pada hari Minggu kemarin kepada kami penyidik di Direktorat Reserse Siber Polda Metro Jaya,” jelasnya.
Sebelumnya, Juru Bicara (Jubir) Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror AKBP Mayndra Eka Wardhana menyampaikan hal itu kepada awak media dalam konferensi pers pada Selasa malam (11/11).
Dia menyampaikan bahwa tindakan yang dilakukan oleh pelaku memang dipengaruhi oleh aksi teror dan kelompok ekstrimis di luar negeri. Namun, pelaku tidak terkait dengan jejaring kelompok tersebut.
”Bahwa itu hanya sekedar inspirasi dan ada pola yang berurutan yang mereka posting di komunitas media sosial-nya. Dan itu juga menjadi awareness ke depan bagi kita semua terkait adanya violence atau kekerasan di dunia maya. Terutama bagi para pengguna media sosial, orang tua, dan sebagainya,” kata dia.
Pencarian yang dilakukan oleh pelaku di dunia maya, kata Mayndra, sudah dilakukan sejak awal 2025. Riwayat pencarian pelaku di internet menunjukkan bahwa dia memang sudah mencari hal-hal berbau ekstrem dan tindak kekerasan sejak beberapa bulan lalu. Namun, aksi baru dilakukan pekan lalu karena yang bersangkutan merasakan tekanan yang begitu besar.
”Dari awal tahun yang bersangkutan sudah mulai melakukan pencarian,” kata perwira menengah Polri dengan dua kembang di pundak itu.

Puluhan Orang Terjebak di AEON Mall Kumamoto Usai Gempa Dahsyat M7,1 Diikuti Ledakan
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Malik Bawazier Dilaporkan ke Polda Metro Jaya, Suami Cut Keke Diduga Tersangkut Kasus Perzinaan
Profil Mitchell Baker: Striker Naturalisasi Timnas Indonesia Berdarah Yogyakarta, Debut Gemilang di Piala AFF 2026
Prediksi Skor hingga Rekor Pertemuan Persebaya vs PSMS: Ayam Kinantan Lebih Unggul Atas Green Force
Sempat ‘Hilang’ dari Bangku Cadangan saat Timnas Indonesia Gulung Kamboja, John Herdman Ungkap Alasannya
Profil Aripat, Suami Nathalie Holscher: Dari Sales hingga Menjadi Pengusaha
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs PSMS Medan di Piala Presiden 2026: Misi Green Force Raih 3 Poin Lagi!
Prediksi Skor Port FC vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Pembuktian Magis Shin Tae-yong!
