
Kabid Humas Polda Metro Jaya Brigjen Pol Ade Ary Syam Indradi saat meyampaikan keterangan kepada awak media di Komplek DPR/MPR. (Polda Metro Jaya)
JawaPos.com - Pelaku penculikan, penyekapan, dan pemerasan dengan modus jual beli mobil di Pondok Aren, Tangerang Selatan (Tangsel), Banten sudah ditangkap oleh Polda Metro Jaya. Seluruh pelaku kini berstatus tersangka dan menjadi tahanan. Polisi pun membeber peran masing-masing pelaku yang beraksi dengan modus jual beli mobil tersebut.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Brigjen Pol Ade Ary Syam Indradi menyampaikan bahwa 9 tersangka yang sudah dijadikan tersangka terdiri atas MAM, NN, VS, HJE, S, APN, Z, I, dan MA. Masing-masing tersangka memiliki peran yang berbeda-beda. Ade Ary mengungkap peran para tersangka kepada awak media dalam keterangan yang disampaikan pada Kamis (16/10).
”Tersangka MAM perannya adalah sebagai koordinator lapangan dan yang merencanakan dan juga berperan sebagai eksekutor, kemudian menyiksa korban, memeras korban, dan juga menyediakan mobil,” terang dia.
Tersangka kedua, kata Ade Ary, berinisial NN. Tersangka berusia 52 tahun itu berperan sebagai koordinator lapangan yang juga memancing korban untuk melakukan jual beli mobil. Selain itu, NN juga berperan dalam pemerasan terhadap para korban.
”Selanjutnya tersangka yang ketiga adalah saudara VS, usia 33 tahun. Berperan menyuruh salah satu tersangka lainnya untuk merekam video yang viral tersebut. Kemudian juga tersangka VS ini menyiksa korban, dia juga menjaga korban agar tidak kabur dan menyediakan rumah,” jelasnya.
Perwira tinggi bintang satu Polri itu pun melanjutkan keterangannya. Dia menyampaikan bahwa tersangka berikutnya berinisial HJE berperan menyiksa korban, tersangka S sebagai eksekutor; menyiksa korban; dan juga menyediakan rumah. Kemudian tersangka APN yang berperan ikut merekam video penyiksaan dan ikut serta dalam penculikan korban.
”Kemudian yang ketujuh adalah tersangka Z. Tersangka Z perannya menyiksa korban. Yang kedelapan saudara I, seorang laki-laki perannya sebagai eksekutor, koordinator lapangan, menyediakan mobil, dan menyiksa korban. Dan yang ke sembilan saudara MA, perannya menyediakan rumah,” terang dia.
Meski sudah berhasil menangkap 9 pelaku dan menjadikan mereka sebagai tersangka, aparat kepolisian masih terus melakukan pengembangan dalam kasus tersebut. Termasuk mencari tahu hubungan di antara para tersangka dan hubungan antara tersangka dengan korban. Kasus itu terungkap setelah video penyiksaan korban viral di media sosial.

Prediksi Skor Tanjung Verde vs Arab Saudi di Piala Dunia 2026: Misi Blue Sharks Pulangkan Green Falcons
Prediksi Skor Mesir vs Iran di Piala Dunia 2026: The Pharaohs Selangkah Lagi ke 32 Besar Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Selandia Baru vs Belgia di Piala Dunia 2026: Pembuktian Romelu Lukaku Belum Habis!
Prediksi Skor Uruguay vs Spanyol di Piala Dunia 2026: La Roja Tak Ingin Tersandung, La Celeste Wajib Menang
Prediksi Skor Aljazair vs Austria di Piala Dunia 2026: Tiket 32 Besar Dipertaruhkan, Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Kroasia vs Ghana di Piala Dunia 2026: Duel Penentu Tiket 32 Besar, Hasil Imbang Skenario Paling Masuk Akal
Prediksi Skor RD Kongo vs Uzbekistan di Piala Dunia 2026: Duel Sengit di Laga Terakhir Fase Grup
Prediksi Skor Senegal vs Irak di Piala Dunia 2026: Sadio Mane Jadi Kunci Kalahkan Singa Mesopotamia
Prediksi Afrika Selatan vs Kanada di 32 Besar Piala Dunia 2026: Bafana Bafana Ukir Sejarah!
Prediksi Skor Panama vs Inggris: Three Lions Sedang Tak Ideal, Harry Kane Ingin Kembali ke Jalur Gol
