
Ilustrasi tanggul darurat di Pelabuhan Sunda Kelapa. DPRD DKI Jakarta mendesak pemprov segera memperbaiki kebocoran tanggul dan memperkuat infrastruktur pesisir. (HANUNG HAMBARA/JAWA POS)
JawaPos.com - Tanggul di Pelabuhan Sunda Kelapa Jakarta Utara sempat bocor pada Selasa (7/10) lalu dan menimbulkan gangguan aktivitas di kawasan pelabuhan. Kondisi ini bahkan mengakibatkan penumpukan truk kontainer di sekitar lokasi.
kebocoran itu jadi sorotan anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PSI Bun Joi Phiau. Ia mendesak Pemprov DKI Jakarta untuk segera memperkuat tanggul agar insiden serupa tak terulang.
"Kami menyayangkan terjadinya kebocoran tanggul di Pelabuhan Sunda Kelapa yang mengakibatkan terjadinya gangguan terhadap aktivitas masyarakat dan perekonomian di sekitarnya. Seharusnya, insiden seperti ini tidak terjadi dan butuh perbaikan agar hal serupa tidak terulang lagi di masa depan," ujar Bun Joi Phiau, Senin (13/10).
Ia menilai, persoalan ketinggian air di kawasan pesisir Jakarta kini sudah menjadi ancaman serius yang tidak bisa dibiarkan.
Menurut Bun, laju kenaikan muka air di wilayah pesisir makin cepat akibat dampak perubahan iklim global.
Karena itu, Pemprov DKI Jakarta perlu mempersiapkan langkah konkret menghadapi ancaman ini.
"Laju kenaikan muka air di wilayah-wilayah pesisir sudah semakin cepat, yang mana hal itu salah satunya diakibatkan oleh perubahan iklim. Mau tidak mau, Pemprov DKI harus lebih mempersiapkan pesisir Jakarta lagi untuk menghadapi permasalahan tersebut," terangnya.
Bun juga meminta agar tanggul di wilayah pesisir, khususnya di Pelabuhan Sunda Kelapa, diperkuat dan ditinggikan untuk mengantisipasi kenaikan air laut.
"Kami ingin agar tanggul-tanggul di wilayah pesisir, terutama yang ada di Pelabuhan Sunda Kelapa diperbaiki dan diperkuat. Kalau bisa, Pemprov DKI perlu mengantisipasi kenaikan muka air pada masa mendatang dengan meninggikan tanggulnya lebih daripada sebelumnya," lanjutnya.
Bun juga mengingatkan bahwa dalam waktu dekat Jakarta akan menghadapi fenomena La Nina yang berpotensi meningkatkan curah hujan dan memicu banjir di beberapa wilayah.
"Sebentar lagi, Jakarta diperkirakan akan dilanda cuaca ekstrem. Jangan sampai, curah hujan yang tinggi dan berpotensi mengakibatkan banjir itu dibarengi oleh bencana rob di wilayah pesisir," katanya.
Untuk itu, ia mendorong Pemprov DKI Jakarta segera menyiapkan infrastruktur pengendali air, termasuk memastikan pompa-pompa berfungsi optimal.
"Dalam waktu secepat-cepatnya, Pemprov DKI juga perlu menyiapkan diri untuk menghadapi cuaca ekstrem itu. Salah satunya, pompa-pompa air, baik yang bergerak maupun yang merupakan instalasi stasioner harus dicek dan dipastikan kembali dapat bekerja optimal ketika dibutuhkan nanti," imbuhnya.

Puluhan Orang Terjebak di AEON Mall Kumamoto Usai Gempa Dahsyat M7,1 Diikuti Ledakan
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Malik Bawazier Dilaporkan ke Polda Metro Jaya, Suami Cut Keke Diduga Tersangkut Kasus Perzinaan
Profil Mitchell Baker: Striker Naturalisasi Timnas Indonesia Berdarah Yogyakarta, Debut Gemilang di Piala AFF 2026
Prediksi Skor hingga Rekor Pertemuan Persebaya vs PSMS: Ayam Kinantan Lebih Unggul Atas Green Force
Sempat ‘Hilang’ dari Bangku Cadangan saat Timnas Indonesia Gulung Kamboja, John Herdman Ungkap Alasannya
Profil Aripat, Suami Nathalie Holscher: Dari Sales hingga Menjadi Pengusaha
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs PSMS Medan di Piala Presiden 2026: Misi Green Force Raih 3 Poin Lagi!
Prediksi Skor Port FC vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Pembuktian Magis Shin Tae-yong!
