Direktur Utama MRT Jakarta Tuhiyat (ANTARA/Dewa Ketut Sudiarta Wiguna)
JawaPos.com-PT MRT Jakarta akan mulai konstruksi MRT Timur-Barat di Jakarta mulai tahun depan. Dari total 84,1 kilometer panjang lintasan MRT Timur Barat itu, ada sepanjang 24,5 kilometer yang akan dikerjakan MRT Jakarta. Yakni, lintasan yang ada di Jakarta.
Direktur Utama PT MRT Jakarta Tuhiyat menuturkan, pembangunan itu merupakan bagian ekspansi transportasi massal di Jakarta. Oleh karena itu, berbagai tantangan akan mereka tuntaskan, Meskipun, pembangunan jalur Timur-Barat ini berbeda dengan jalur Utara -Selatan, yang saat ini proses pembangunan maupun yang sudah rampung dikerjakan.
''Tantangan Timur-Barat tidak mudah, jauh lebih rumit dibandingkan membangun Utara-Selatan karena posisi tunnel, khususnya underground, tidak di bawah garis jalan,'' terang Tuhiyat.
Dengan kondisi itu, MRT Jakarta akan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk penyediaan lahannya. Utamanya, untuk pembangunan entrance (pintu masuk), cooling tower, hingga ventilation tower.
''Kalau (lintasan) Selatan-Utara, itu relatif mudah karena ada lahan pemerintah yang bisa digunakan,'' jelasnya. Namun begitu, tantangan itu harus dihadapi untuk menjawab tantangan publik dalam mempercepat ekspansi MRT Jakarta.
'' Tahun depan kami mulai konstruksi, dari paket 104 dan 105. Itu dari Thamrin dulu, ke Kwitang kemudian Kwitang ke Cempaka Baru. Jadi, underground dulu kami bangun, kemudian paralel depo juga kami bangun,'' jelasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Syafrin Liputo menuturkan, MRT Lintas Timur Barat sudah groundbreaking tahun 2024 oleh Presiden Joko Widodo. Dan saat ini, sedang disusun instruksi gubernur untuk penugasan pengadaan tanah kepada Dishub DKI.
Memang, untuk kegiatan pengadaan tanah lintasan Timur-Barat di Jakarta, Pemprov DKI akan memberi penugasan kepada Dishub DKI. Sama seperti sebelumnya, Lintasan Utara-Selatan, DKI juga memberikan penugasan pengadaan tanah kepada Dishub DKI.
Senada dengan Tuhiyat, Syafrin mengakui bahwa pembangunan Timur-Barat itu ada kendala terkait pembebasan lahan. Dia menyebutkan, mereka mengidentifikasi adanya kendala pada salah satu peta bidang. Oleh karena itu, mereka terus berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan untuk menyelesaikannya.
''Sudah dilakukan koordinasi dengan Pak Menteri Perhubungan. Pak menteri sudah menyampaikan ada persetujuan untuk melakukan revisi design, re-design untuk hal itu. Tentu, ini kabar gembira buat MRT dan Jakarta,'' jelasnya. Dengan begitu, kendala-kendala nantinya terjadi di lapangan, bisa dimitigasi lebih awal. (*)
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Trisha JKT48 Ingin “Ayo Senyumlah” Jadi Energi Positif di Tengah Situasi Sulit
Prediksi Skor Fiorentina vs Napoli: Peluang I Partenopei Petik 3 Poin di Stadion Artemio Franchi
Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor Getafe vs Malaga di Liga Spanyol: Azulones Libas Perlawanan Tim Tamu
Prediksi Skor Lyon vs Rennes di Liga Prancis: Les Gones Garansi 3 Poin di Parc Olympique Lyonnais
Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Real Betis di Liga Spanyol: Los Verdiblancos Menang Lagi
Prediksi Skor Schalke 04 vs Elversberg di Liga Jerman: Duel Tim Papan Tengah Rawan Imbang
Prediksi Skor PSM vs Persita di Super League: Pendekar Cisadane Curi 3 Poin di B.J. Habibie
Prediksi Skor Villarreal vs Levante di Liga Spanyol: Kapal Selam Kuning Libas Tim Tamu

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022