
Wali Kota Bekasi Tri Adhianto menjelaskan tentang dana hibah untuk RW, pada saat kegiatan penyaluran dsna hibah, belum lama ini.
JawaPos.com - Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, menegaskan, program Penataan RW Bekasi Keren dengan alokasi dana hibah sebesar Rp100 juta per RW memiliki skema yang berbeda dengan mekanisme Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang).
Program tersebut merupakan inovasi baru Pemerintah Kota Bekasi untuk mempercepat pembangunan lingkungan dan meningkatkan kualitas infrastruktur di tingkat masyarakat.
“Kalau Musrenbang harus melalui proses perencanaan tahunan dan menunggu persetujuan anggaran, maka dana hibah Rp100 juta ini bisa langsung dicairkan dan dimanfaatkan oleh RW setelah seluruh persyaratan terpenuhi,” jelas Tri di Gedung Asrama Haji, Kota Bekasi, belum lama ini.
Dia menjelaskan, perbedaan utama antara kedua mekanisme tersebut terletak pada waktu dan fleksibilitas penggunaan dana. Menurut Tri, Musrenbang bersifat makro dan membutuhkan proses panjang hingga dapat terealisasi pada tahun anggaran berikutnya, sementara dana hibah RW dapat langsung dimanfaatkan berdasarkan kebutuhan riil di lapangan.
“Contohnya saja, kan gak mungkin hanya aspal beberapa meter saja harus menunggu anggaran pertahun dan belum tentu di acc juga, dengan dana hibah ini bisa menjadi rumusan bersama apa saja yang diperlukan di wilayah,” ungkap Tri.
Dana hibah Rp100 juta per RW dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan pembangunan lingkungan, seperti penerangan jalan, posyandu, taman, sarana pelayanan masyarakat, hingga pengelolaan sampah. Setiap RW diberikan kewenangan untuk menentukan prioritas penggunaan dana berdasarkan hasil musyawarah warga.
Tri menambahkan, Pemerintah Kota Bekasi menjamin bahwa pengelolaan dana dilakukan secara transparan dan akuntabel. Dalam pelaksanaannya, Kejaksaan dilibatkan untuk melakukan pendampingan mulai dari proses pencairan hingga tahap pertanggungjawaban.
“Terobosan ini memberi ruang lebih besar bagi masyarakat untuk bergerak cepat membangun lingkungannya tanpa menunggu proses panjang seperti Musrenbang,” pungkas Tri.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
Hasil Play-off Liga 2: Adhyaksa FC Bungkam Persipura Jayapura 0-1 di Babak Pertama!
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
