Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 4 Oktober 2025 | 16.53 WIB

Dharma Jaya Siapkan Cold Storage Kapasitas 5.000 Ton demi Stok Pangan Jakarta

Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta Nur Afni Sajim (kiri) Dirut Dharma Jaya Raditya Endra Budiman (kanan) dalam forum diskusi di Balai Kota Jakarta, Jumat (3/10). (Ryandi Zahdomo/JawaPos.com) - Image

Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta Nur Afni Sajim (kiri) Dirut Dharma Jaya Raditya Endra Budiman (kanan) dalam forum diskusi di Balai Kota Jakarta, Jumat (3/10). (Ryandi Zahdomo/JawaPos.com)

JawaPos.com - Jakarta masih tergantung dengan daerah lain untuk memenuhi kebutuhan pangan. Berdasar data Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta, kebutuhan pangan warga Ibu Kota yang bisa dipenuhi dari sumber daya lokal hanya 2 persen. Sisanya, 98 persen pasokan masih didatangkan dari berbagai wilayah di Indonesia. Kondisi ini membuat Jakarta sangat rentan terhadap gangguan distribusi dan fluktuasi harga pangan.

Kepala Dinas KPKP DKI Jakarta Hasudungan A. Sibalok menuturkan, BUMD Dharma Jaya memainkan peran penting dalam menjaga ketersediaan dan stabilitas pangan. "Peran Perumda Dharma Jaya dalam penguatan ketahanan pangan di Provinsi DKI Jakarta itu sangat penting. Karena memang Darmajaya itu merupakan ibaratnya saudara kandung dari DKPKP," ujar Hasudungan dalam forum Balkoters Talk di Balai Kota, Jumat (3/10).

Hasudungan mengungkap, untuk mengurangi risiko ketergantungan dan menjaga stok tetap aman, Dharma Jaya menyiapkan pembangunan cold storage berskala besar di sejumlah titik strategis. "Sempat kami berdiskusi dengan Pak Dirut bagaimana Darma Jaya akan membangun atau membuat suatu cold storage yang berkapasitas besar. Di Cakung cold storage berkapasitas 1.000 ton, di Pulau Gadung ada 2.000," ungkap Hasudungan.

Selain itu, Dharma Jaya juga memperluas jaringan pasokan dengan menggandeng berbagai daerah penghasil pangan. Untuk memastikan suplai daging dan hewan ternak tetap stabil, Dharma Jaya membangun kemitraan dengan daerah lain melalui skema contract farming.

"Khusus untuk hewan kami sudah berkoordinasi atau berkolaborasi dengan Lampung, Nusa Tenggara Timur (NTT), Jawa Tengah (Jateng), dan Jawa Timur (Jatim), sebagai daerah pemasok hewan ternak," terangnya.

Selain menjaga pasokan daging, Dharma Jaya juga berkontribusi terhadap peningkatan gizi masyarakat melalui distribusi ikan segar. "Ikan ini juga sangat penting sekali karena ikan merupakan salah satu produk pangan yang dapat menekan angka stunting. Di samping karena memang zat gizinya tinggi, proteinnya tinggi, mengandung asam amino yang sangat baik buat perkembangan otak," paparnya.

Dharma Jaya terus memperluas akses masyarakat terhadap pangan segar dengan membuka Meat Shop (Toko Daging) di beberapa lokasi seperti Cakung dan Mampang.

Tak hanya itu, perseroan juga mengoperasikan armada pangan keliling menggunakan mobil dan motor pendingin. Produk segar bahkan kini bisa dibeli langsung di kantor wali kota, kecamatan, hingga kelurahan.

"Jadi yang paling tidak kalah penting adalah aman, sehat, utuh, dan halal. Dan ini merupakan salah satu keharusan bagaimana produk pangan diwajibkan harus tersertifikasi halal. Dan Darma Jaya sudah memilikinya," imbuhnya.

Cold Storage 5.000 Ton, Benteng Baru Ketahanan Pangan Jakarta

Direktur Utama Dharma Jaya, Raditya Endra Budiman, menyebut pihaknya tengah menyiapkan cold storage berkapasitas 5.000 ton yang akan menjadi tulang punggung cadangan pangan strategis Ibu Kota.

"Untuk kami punya stok yang aman maka kami perlu membangun cold storage atau tempat penyimpanan yang besar. Rencananya kalau berjalan dengan sesuai rencana, insya Allah tahun depan Darmajaya sudah memiliki cold storage dengan kapasitas 5.000 ton," jelas Raditya.

Langkah ini merupakan bagian dari strategi besar Dharma Jaya dalam integrasi bisnis cold chain integration business. Sebuah sistem yang menjamin kualitas produk pangan tetap terjaga dari hulu hingga hilir.

Dengan sistem penyimpanan yang lebih modern dan terintegrasi, umur simpan produk bisa lebih panjang, serta risiko kelangkaan maupun kenaikan harga bisa ditekan.

"Kami ingin memastikan bahwa Darmajaya hadir bukan hanya sekadar penyalur, tapi juga benteng utama dalam menjaga ketahanan pangan di ibu kota," terangnya.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore