
Kodiklat TNI memberikan pelatihan kepada para prajurit Yonif TP untuk meningkatkan kemampuan di bidang ketahanan pangan lewat bimtek pada 6-10 April 2026. (Kodiklat TNI)
JawaPos.com - Pembangunan Batalyon Infanteri (Yonif) Teritorial Pembangunan (TP) di berbagai daerah Indonesia menjadi salah satu prioritas TNI dan Kementerian Pertahanan (Kemhan). Untuk memastikan para prajurit Yonif TP mampu menjalankan tugas dengan baik, Komando Pembinaan Doktrin, Pendidikan dan Latihan (Kodiklat) TNI memberikan pelatihan melalui bimbingan teknis (bimtek).
Komandan Kodiklat TNI Letjen TNI Mohamad Naudi Nurdika memimpin secara langsung pelaksanaan bimtek tersebut. Menurut dia, eskalasi dan dinamika lingkungan strategis global saat ini menunjukkan kondisi yang kurang kondusif. Karena itu, perlu peningkatan kesiapsiagaan prajurit. Salah satunya lewat penguatan kapasitas sumber daya manusia (SDM).
”Termasuk di bidang ketahanan pangan serta peningkatan kemampuan Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan dan Kompi Produksi pada bidang Zeni Konstruksi dan Kesehatan,” kata dia dalam keterangan resmi yang diterima oleh awak media pada Jumat (10/4).
Secara tegas, jenderal bintang tiga TNI AD itu menyatakan, para prajurit TNI tidak hanya dituntut memiliki kemampuan tempur yang profesional, melainkan juga harus adaptif dan produktif dalam mendukung program strategis nasional. Khususnya ketahanan pangan yang menjadi atensi Presiden Prabowo Subianto.
”Sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan nasional dan menjaga stabilitas negara di tengah dinamika global,” ujarnya.
Untuk itu, Kodiklat TNI berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas SDM prajurit melalui pendidikan dan pelatihan yang relevan. Tujuannya tidak lain untuk menjawab tantangan global dan memperkuat ketahanan nasional secara menyeluruh. Dengan begitu, dia yakin prajurit TNI akan semakin profesional, adaptif, dan mampu melaksanakan tugas dengan baik.
Tidak hanya komandan Kodiklat TNI, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto turut memberi atensi secara langsung. Karena itu, orang nomor satu di tubuh TNI itu sempat meninjau secara langsung pelaksanaan praktik ketahanan pangan yang diikuti oleh seluruh peserta bimtek. Kepada para prajuritnya, panglima TNI menekankan pentingnya pengembangan tanaman produktif dan komoditas pangan.
Dalam keterangan yang sama, Direktur Pengkajian dan Pengembangan (Dirjianbang) Kodiklat TNI Brigjen TNI Erland Hendriatna menyampaikan bahwa bimtek itu berlangsung selama 5 hari. Mulai Senin (6/4) sampai hari ini. Dia pun mengakui, kegiatan tersebut merupakan langkah responsif dan adaptif dalam menghadapi perkembangan lingkungan strategis yang dinamis.
”Akan dilaksanakan secara berkelanjutan dalam rangka menyiapkan prajurit yang produktif sebagai kader ketahanan pangan,” imbuhnya.

Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Profil Irjen Pipit Rismanto, Pati Polri yang Diungkap IPW Diduga Diperiksa Propam Polri Terkait Dugaan Korupsi Pertambangan
Viral! Diduga Dana Operasional Belum Cair, Sejumlah SPPG Mogok Operasional Mulai 8 Juni 2026
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
Resmi! Veda Ega Pratama Kena Long Lap Penalty, Peluang Podium Moto3 Hungaria 2026 Terancam?
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Isu Reshuffle Kabinet Sempat Mencuat, Siapa Saja Menteri Berpotensi Diganti oleh Presiden Prabowo?
