Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 2 Oktober 2025 | 16.28 WIB

Potret Siswa SD di Bogor Antusias Sambut Kedatangan Mobil BGN, Program MBG Didukung Tetap Ada

Siswa SDN Tegal 2, Kabupaten Bogor, Jawa Barat antusias menyambut kedatangan. (Facebook SPPG Badan Gizi Nasional) - Image

Siswa SDN Tegal 2, Kabupaten Bogor, Jawa Barat antusias menyambut kedatangan. (Facebook SPPG Badan Gizi Nasional)

JawaPos.com - Siswa SDN Tegal 2, Kabupaten Bogor, Jawa Barat antusias menyambut kedatangan mobil yang membawa paket Makan Bergizi Gratis (MBG). Momen ini dibagikan oleh akun Facebook SPPG Badan Gizi Nasional. 
 
Terlihat para siswa sudah menunggu mobil MBG di pinggir jalan. Sebagian berada di depan ruang kelas. Mereka tampak bersorak ceria saat MBG tiba.
 
Perekam video yang berada di dalam mobil sempat menyapa anak-anak di pinggiran jalan. Lalu perekam mengajak siswa tersebut segera ke dalam sekolah untuk pembagian MBG.
 
"Kami terus berjuang untuk kalian," tulis akun SPPG Badan Gizi Nasional dikutip, Kamis (2/10).
 
 
Unggahan ini pun mendapat respon positif dari warganet. Banyak yang mendukung agar progran MBG tetap dilanjutkan meski mengalami beberapa persoalan.
 
"Tolong Pak, MBG jangan ditutup. Kami di pelosok," kata akun Deni Pramuji.
 
Deni menyatakan, akan terus berjuang agar anak-anak sekolah tetap bisa mendapatkan MBG. Dengan harapan, program tersebut bisa memberikan masa depan yang lebih baik untuk anak-anak, terutama yang jauh dari perkotaan.
 
"Lanjutkan MBG. Mereka tampak senang gembira menunggu datangnya MBG," tulis akun Bagaz Muria.
 
Sebelumnya, Presiden RI Prabowo Subianto memastikan program MBG akan terus berjalan. Dia menganggap program berjalan sukses meskipun masih ditemukan beberapa persoalan.
 
"Anak-anak kita harus cukup makan, maka Makan Bergizi Gratis berjalan terus. Alhamdulillah hari ini sudah hampir mencapai 30 juta penerima manfaat," kata Prabowo di Cileungsi, Bogor, Jawa Barat, Senin (29/9).
 
Prabowo juga mendorong perbaikan pengelolaan MBG. Sehingga, peristiwa keracunan tidak terulang. Proses memasak hingga distribusi harus dibenahi.
 
"Kita kerja keras sekarang. Semua dapur nanti harus dilengkapi alat-alat cuci ompreng yang benar-benar kuat dengan ultra violet atau dengan gas, atau dengan air yang sangat panas. Kemudian juga filter untuk air harus ada, kemudian test kit sebelum dikirim makanan harus ada. Ini segera kita benahi, semua dapur harus ada tukang masak terlatih," jelasnya.
 
 
Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore