
Petisi online mendesak penegakan Perbub di Parung Panjang. (istimewa)
JawaPos.com - Upaya untuk melanggengkan tingkah perusahaan tambang yang jelas-jelas melanggar aturan yang berlaku dan merugikan warga Parug Panjang dan sekitarnya mulai muncul.
Dalam video diunggah akun Instagram Bogor Plus Id, sejumlah orang yang mengatasnamakan waga berkumpul menolak kebijakan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi yang memberikan hukuman pada perusahaan-perusahaan tambang yang merupakan pelanggar aturan.
"Aliansi masyarakat kecamamtan Parung Panjang, kecamatan Rumpin, kecamatan Cigedeg, kecamatan Tenjo, menolak kebijakan Gubernur Jawa Barat atas penghentiana kegiatan perusahan tambang di wilayah kami," kata salah seorang dari mereka dengan lantang.
Pernyataan itu kemudian direspons oleh yang lainnya secara serempak dengan mengatakan 'siap bos!'.
Uniknya,mereka mengatasnamakan warga Cigudeg, Rumpin, dan Parung Panjang. Padahal, masyarakat dari tiga kecamatan tesebut mayoritas menentang tingkah truk tambang yang tidak patuh pada Perbup Nomor 56 Tahun 2023 dan memuat bahan material tambang overload karena mengancam nyawa mereka.
Masyarakat dari tiga kecamatan tersebut justru geram dengan tingkah truk tambang yang menciptakan kemacetan dan menolak untuk tertib. Selain itu, warga juga dirugikan karena lingkungannya jadi tercemar mengakibatkan munculnya sejumlah masalah kesehatan.
Sekelompok orang ini mengaku akan melakukan aksi demonstrasi besar-besaran dari Lebak Wangi hingga Parung Panjang pada Senin 29 September 2025 mendatang. Menurut mereka, aksi itu sebagai ekspresi penolakan atas langkah Dedi Mulyadi yang menjatuhkan hukuman pada tambang yang merupakan pelanggar aturan.
"Aksi demonstrasi itu dilakukan sebagai bentuk penolakan Kebijakan Gubernur Jawa Barat soal penghentian sementara kegiatan usaha tambang di tiga Kecamatan itu,"katanya.
Pada kolom komentar, sejumlah netizen justru melakukan skakmat pada kelompok yang mengatasnamakan warga Parung Panjang, Rumpin, dan Cigudeg.
"Masyarakat yang mana ya?,"komentar salah satu netizen.
"Warga mana yang mereka wakilkan? Warga yang anggota keluarganya meninggal karena ditabrak mobil tambang? Warga yang anggota keluarganya kena ispa? Warga yang anak-anaknya harus bertaruh nyawa cuma buat sekolah ??? ...,"timpal yang lainnya.
"Ini sih orag-orang yang kebagian jatah uang ngebul, uang jalan, pangkalan mobil overload, anak buah centeng, dll."
"Dari mukanya kayak ormas, masyarakat bayaran."

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
13 Gudeg Paling Enak di Solo dengan Harga Terjangkau, Rasa Premium, Cocok untuk Kulineran Bareng Keluarga!
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Sejarah Die Roten Selalu Lolos dari Semifinal Liga Champions, Masih Dominan Lawan Klub Ligue 1
