Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 22 Agustus 2025 | 04.26 WIB

5 Hari Operasi Modifikasi Cuaca Jakarta, 12 Ton Garam Disebar Lewat 15 Penerbangan

Petugas mempersiapkan bahan semai berupa NaCl dan CaO untuk Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) tahap keempat tahun 2025 berakhir hari ini Kamis (21/8).(istimewa) - Image

Petugas mempersiapkan bahan semai berupa NaCl dan CaO untuk Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) tahap keempat tahun 2025 berakhir hari ini Kamis (21/8).(istimewa)

JawaPos.com - Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) tahap keempat tahun 2025 berakhir hari ini Kamis (21/8). Sepanjang operasi lima hari ini sudah dilakukan 15 sortie penerbangan dengan menaburkan 12 ton bahan semai berupa NaCl dan CaO.

Penyemaian ini bertujuan untuk mengendalikan curah hujan yang berpotensi menimbulkan genangan hingga banjir rob di wilayah pesisir utara Jakarta dan Kepulauan Seribu. Dalam sehari, tim menyiapkan rata-rata tiga sortie penerbangan dengan penggunaan bahan semai sekitar 800 kg per sortie.

Area penyemaian meliputi Perairan Utara Jakarta, Kabupaten Bekasi, Karawang, Lebak, Serang, Indramayu, Bogor, Sukabumi, Cianjur, Cimahi Selatan, Landak, Pandeglang, hingga Subang. Total durasi penerbangan selama lima hari tercatat mencapai 24 jam 40 menit.

Sekretaris Pelaksana BPBD Provinsi DKI Jakarta, Marulitua, menegaskan pentingnya peran masyarakat dalam mendukung upaya mitigasi bencana. "Melalui upaya ini, Pemprov DKI Jakarta terus berkomitmen untuk mengurangi risiko terjadinya genangan dan dampak lain akibat cuaca ekstrem. Partisipasi masyarakat dengan selalu memperbarui informasi resmi dan menjaga kebersihan lingkungan juga sangat penting dalam mendukung mitigasi bersama," ujarnya, Kamis (21/8).

Direktur Operasional Modifikasi Cuaca BMKG, Budi Harsoyo, menambahkan pelaksanaan OMC didasari pada perhitungan ilmiah. Dengan begitu, distribusi hujan dapat disebar tanpa terkonsentrasi di satu wilayah banjir.

"Agar tidak terkonsentrasi di wilayah rawan genangan dan banjir. Dengan kolaborasi lintas lembaga, kita berupaya menjaga agar aktivitas masyarakat dapat tetap berjalan normal," jelasnya.

Analisis BMKG menunjukkan adanya perbedaan nyata sebelum dan sesudah OMC. Sebelum operasi, hujan cenderung masuk ke wilayah daratan, namun setelah penyemaian, curah hujan berhasil dialihkan sehingga intensitas di Jakarta berkurang dibandingkan prakiraan awal.

Selain OMC, Pemprov DKI Jakarta terus menyiapkan strategi lain dalam menghadapi musim penghujan. Beberapa langkah yang ditempuh antara lain, pembersihan dan normalisasi saluran air oleh Dinas SDA dan DLH.

Dengan kolaborasi lintas sektor dan dukungan masyarakat, Jakarta diharapkan semakin tangguh menghadapi ancaman bencana hidrometeorologi.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore