
Caption: Sebanyak 1.348 hunian DP Rp 0 diresmikan hari ini oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Cilangkap, Jakarta Selatan. Sebelumnya, sudah diresmikan juga hunian DP Rp 0 yang berlokasi di Nuansa Pondok Kelapa. Rumah susun tersebut dilengkapi den
JawaPos.com - Kondisi fasilitas dan infrastruktur di Rusunami Menara Samawa, Nuansa Pondok Kelapa, Jakarta Timur, menuai sorotan. Warga mengeluhkan penurunan kualitas layanan, mulai dari air keruh berbau gas hingga lift yang kerap mati mendadak.
Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) DKI Jakarta Kelik Indriyanto memastikan akan menindaklanjuti keluhan tersebut.
Kelik mengaku sudah berkoordinasi dengan Perumda Pembangunan Sarana Jaya selaku pengembang dan pengelola bangunan. Termasuk Badan Pembinaan (BP) BUMD sebagai pembina dan pemegang kewenangan atas penyertaan modal daerah.
"Koordinasi dilakukan melalui rapat dan surat resmi," ujar Kelik kepada JawaPos.com.
Kelik menjelaskan, keterlibatan DPRKP pada proyek ini sebatas sebagai penyalur Fasilitas Pembiayaan Perolehan Rumah (FPPR) bagi warga berpenghasilan rendah yang membeli unit hunian di Menara Samawa.
"Keterlibatan dalam proyek ini sebatas sebagai penyalur FPPR bagi warga berpenghasilan rendah yang ingin membeli unit hunian di Menara Samawa," jelasnya.
Lima tahun sudah program rumah DP 0 rupiah era Gubernur Anies Baswedan sudah berlangsung. Namun, belum banyak penghuni yang menempati rumah di hunian Samawa itu.
Banyak fasilitas yang dahulu bagus, kini kondisinya sangat memprihatinkan. Para warga pun mengeluh kepada pengelola karena tidak ada perawatan untuk mengelola rumah Dp 0 rupiah tersebut.
Salah satu penghuni, Widya Tari, 34, mengungkapkan kekecewaannya.
"Awalnya enak, cuman kok lama-lama begitu. Banyak banget keluhan sudah saya sampaikan di Jaki dua kali dan ditanggapi. Namun, penanganannya belum ada hingga saat ini," ujarnya, Selasa (5/8).
Menurut Tari, pengelolaan hunian DP 0 Rupiah itu sangat buruk. Perbaikan fasilitas sederhana pun lambat, bahkan untuk mengganti satu lampu lorong yang mati.
"Masang lampu satu mati, masa nunggu anggaran dari Pemda dulu baru dibetulin. Suka bingung kita penghuni disini," katanya.
Masalah terparah justru ada pada air PAM. Tari mengaku air yang keluar sangatlah keruh, berbau gas bocor, bahkan keluar cacing.
"Air keruh dan bau banget disini. Kasian kan disini banyak anak bayi. Sehingga, kita pakai air galon untuk mandi," keluhnya.
Selain air, lift menjadi momok bagi penghuni. Tak jarang warga terjebak di dalam.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mantan Kiper Persebaya Surabaya Buka Suara! Dimas Galih Ungkap Kondisi Ruang Ganti PSBS Biak
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
