
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung membuka pameran Flona 2025 di Lapangan Banteng, Jakarta, Selasa (05/08/2025). (Hanung Hambara/Jawa Pos)
JawaPos.com - Protes pedagang Pasar Hewan Barito masih mewarnai rencana pembangunan Taman Bendera Pusaka di Jakarta Selatan. Para pedagang itu menolak direlokasi ke sebelas pasar milik PD Pasar Jaya yang ada di Jakarta Selatan.
Hal itu karena para pedagang khawatir pendapatan akan semakin turun karena pelanggannya enggan kembali berbelanja ke Lenteng Agung, ataupun lokasi sementara lainnya yang disiapkan di pasar milik Perumda Pasar Jaya.
Meski masih mendapat protes, Gubernur DKI Pramono Anung akan tetap mewujudkan realisasi integrasi tiga taman yang meliputi Taman Ayodia, Langsat, dan Leuser tersebut.
''Ini rencana sudah lama sekali, walaupun kemudian masih ada pedagang yang belum ingin untuk pindah. Tentunya tidak boleh menghambat rencana pembangunan yang ada, dan saya konsekuen untuk itu,'' terang Pramono.
Menurut Pramono, pembangunan taman ini bukan untuk kepentingan pribadi maupun Balai Kota, melainkan demi kepentingan publik. Sebab, dengan menyatukan tiga taman itu, berbagai fasilitas olahraga yang disiapkan, bisa dinikmati masyarakat secara gratis. Mulai dari jogging track, lapangan tenis, hingga padel.
''Sehingga dengan demikian, pasti manfaat buat publik juga bagus. Bahkan, revitalisasi taman ini juga sekaligus menyelesaikan persoalan banjir dan juga bau di sana, yang selama ini menjadi keluhan masyarakat,'' katanya.
Dalam kesempatan itu, Pram juga menjelaskan pemilihan nama Taman Bendera Pusaka sebagai pengganti tiga nama taman yang digabungkan tersebut. Yakni, untuk menceritakan perjuangan panjang bangsa Indonesia.
''Supaya generasi yang lebih muda itu bisa mengetahui perjuangan melalui proses sejarah panjang itu,'' terangnya. Maka, tidak hanya mengangkat nama itu, Pemprov DKI juga akan menyiapkan Gerai Headquarter ASEAN di sana.
''Mudah-mudahan, saya bersama Kementerian Luar Negeri segera bisa memfinalkan apa yang menjadi keinginan bersama,'' katanya.
Terkait proses relokasi pedagang yang tak kunjung rampung, Pramono mengatakan, awalnya seluruh pedagang sudah menandatangani kesediaan untuk dipindahkan. Oleh karena itu, ketika para pedagang berubah pemikiran, rencana pembangunan itu akan tetap dilanjutkannya.
''Tapi, ya sudahlah, kan tetap nggak boleh kemudian pembangunannya terhenti. Namun, saya selalu mengatakan bahwa proses negosiasi itu tetap jalan,'' tambah Pram.
Namun, untuk kepastian groundbreaking, Pram justru berkelit. Padahal, hingga Selasa (5/8), Pram masih teguh untuk melaksanakan groundbreaking pembangunan taman itu pada Jumat (8/8).
''Besok hari Jumat, kita sholat Jumat,'' pungkasnya.(rya/)

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
