Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 7 Agustus 2025 | 19.20 WIB

Pedagang Pasar Barito Protes, Pramono Sebut Tidak Boleh Menghambat Pembangunan Taman Bendera Pusaka

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung membuka pameran Flona 2025 di Lapangan Banteng, Jakarta, Selasa (05/08/2025). (Hanung Hambara/Jawa Pos) - Image

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung membuka pameran Flona 2025 di Lapangan Banteng, Jakarta, Selasa (05/08/2025). (Hanung Hambara/Jawa Pos)

JawaPos.com - Protes pedagang Pasar Hewan Barito masih mewarnai rencana pembangunan Taman Bendera Pusaka di Jakarta Selatan. Para pedagang itu menolak direlokasi ke sebelas pasar milik PD Pasar Jaya yang ada di Jakarta Selatan.

Hal itu karena para pedagang khawatir pendapatan akan semakin turun karena pelanggannya enggan kembali berbelanja ke Lenteng Agung, ataupun lokasi sementara lainnya yang disiapkan di pasar milik Perumda Pasar Jaya.

Meski masih mendapat protes, Gubernur DKI Pramono Anung akan tetap mewujudkan realisasi integrasi tiga taman yang meliputi Taman Ayodia, Langsat, dan Leuser tersebut.

''Ini rencana sudah lama sekali, walaupun kemudian masih ada pedagang yang belum ingin untuk pindah. Tentunya tidak boleh menghambat rencana pembangunan yang ada, dan saya konsekuen untuk itu,'' terang Pramono. 

Menurut Pramono, pembangunan taman ini bukan untuk kepentingan pribadi maupun Balai Kota, melainkan demi kepentingan publik. Sebab, dengan menyatukan tiga taman itu, berbagai fasilitas olahraga yang disiapkan, bisa dinikmati masyarakat secara gratis. Mulai dari jogging track, lapangan tenis, hingga padel. 

''Sehingga dengan demikian, pasti manfaat buat publik juga bagus. Bahkan, revitalisasi taman ini juga sekaligus menyelesaikan persoalan banjir dan juga bau di sana, yang selama ini menjadi keluhan masyarakat,'' katanya.

Dalam kesempatan itu, Pram juga menjelaskan pemilihan nama Taman Bendera Pusaka sebagai pengganti tiga nama taman yang digabungkan tersebut. Yakni, untuk menceritakan perjuangan panjang bangsa Indonesia.

''Supaya generasi yang lebih muda itu bisa mengetahui perjuangan melalui proses sejarah panjang itu,'' terangnya. Maka, tidak hanya mengangkat nama itu, Pemprov DKI juga akan menyiapkan Gerai Headquarter ASEAN di sana. 

''Mudah-mudahan, saya bersama Kementerian Luar Negeri segera bisa memfinalkan apa yang menjadi keinginan bersama,'' katanya.  

Terkait proses relokasi pedagang yang tak kunjung rampung, Pramono mengatakan, awalnya seluruh pedagang sudah menandatangani kesediaan untuk dipindahkan. Oleh karena itu, ketika para pedagang berubah pemikiran, rencana pembangunan itu akan tetap dilanjutkannya.

''Tapi, ya sudahlah, kan tetap nggak boleh kemudian pembangunannya terhenti. Namun, saya selalu mengatakan bahwa proses negosiasi itu tetap jalan,'' tambah Pram.

Namun, untuk kepastian groundbreaking, Pram justru berkelit. Padahal, hingga Selasa (5/8), Pram masih teguh untuk melaksanakan groundbreaking pembangunan taman itu pada Jumat (8/8).

''Besok hari Jumat, kita sholat Jumat,'' pungkasnya.(rya/)

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore