
Kios pedagang Pasar Barito ditertibkan untuk membangun Taman Bendera Pusaka, Jakarta, Senin (27/10). (ANTARA/Luthfia Miranda Putri)
JawaPos.com - Warga Jakarta sebentar lagi punya destinasi healing baru di Jakarta Selatan. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memastikan pembangunan Taman Bendera Pusaka di Kebayoran Baru sudah mencapai 92 persen.
Ruang terbuka hijau (RTH) seluas 5,6 hektare ini diproyeksikan menjadi "paru-paru" sekaligus benteng pertahanan banjir bagi kawasan sekitarnya.
"Sekarang progres pembangunan taman telah mencapai 92 persen. Saya mengharapkan pada Maret 2026 taman seluas 5,6 hektare ini dapat diresmikan," ungkap Pramono saat meninjau lokasi, Jumat (13/2).
Salah satu daya tarik utama Taman Bendera Pusaka adalah konsepnya yang terintegrasi. Nantinya, akan ada terowongan bawah tanah yang menghubungkan Taman Langsat ke Taman Leuser di bawah Jalan Kiai Maja.
Tak hanya itu, jembatan penghubung juga sedang dibangun untuk menyatukan Taman Ayodya dengan Taman Langsat. Bagi pencinta olahraga, tersedia jogging track sepanjang 1,2 kilometer yang memanjakan mata.
Fasilitas Olahraga Lengkap dan Gratis 24 Jam
Pramono menegaskan bahwa seluruh fasilitas di taman ini bisa dinikmati warga tanpa dipungut biaya sepeser pun. Mulai dari lapangan padel yang sedang tren, playground anak, hingga lapangan multifungsi untuk basket dan bulu tangkis.
Untuk menjamin kenyamanan, taman ini akan beroperasi 24 jam dengan sistem keamanan ketat. Sebanyak 127 titik CCTV telah dipasang di berbagai sudut.
"IPAL dibangun di sini supaya airnya tidak berbau, menjadi lebih bersih, sekaligus berfungsi sebagai pengendali banjir di area ini," jelasnya.
Sebelum dibuka untuk umum bulan depan, Pemprov DKI akan melakukan uji coba operasional terlebih dahulu.
"Sebelum diresmikan, kita lakukan uji coba terlebih dahulu," tutup Pramono.
Konsep "Biru-Hijau": Taman Sekaligus Waduk Retensi
Bukan sekadar tempat rekreasi, taman ini mengusung konsep integrasi biru dan hijau. Kepala Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta, Ika Agustin Ningrum, menjelaskan bahwa taman ini memiliki fungsi ganda sebagai waduk retensi.
"Taman ini didesain sebagai semi-storage atau waduk retensi, sehingga pada musim hujan sebagian area dapat tergenang sementara sebagai bagian dari sistem pengendalian banjir. Semoga taman ini dapat bermanfaat bagi warga Jakarta," ujar Ika.
Saat curah hujan tinggi, taman ini mampu menampung debit air dari hulu sebelum dialirkan ke sungai, sehingga meminimalisir genangan di area Hang Lekir dan Hang Jebat.

Bentrok Maut Tambak Matraman, Satu Orang Tewas, Motor hingga Rumah Semi Permanen Dibakar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kronologi Tewasnya Satpam Jatiluhur Purwakarta: Rekam Vandalisme hingga Tewas Terborgol
Donald Trump Terjebak! Perang Iran Seret Presiden AS ke Krisis Politik dan Militer
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Profil Mitchell Baker: Striker Naturalisasi Timnas Indonesia Berdarah Yogyakarta, Debut Gemilang di Piala AFF 2026
Profil Aripat, Suami Nathalie Holscher: Dari Sales hingga Menjadi Pengusaha
Profil Santyka Fauziah, Kekasih Sule yang Didoakan Nathalie Holscher Segera Menikah
Profil Ikhwan Ali Tanamal: Winger Baru Persib Bandung Menyala di Piala Presiden 2026, Wonderkid Tulehu Dikontrak hingga 2028
Sempat ‘Hilang’ dari Bangku Cadangan saat Timnas Indonesia Gulung Kamboja, John Herdman Ungkap Alasannya
