Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 15 Juli 2025 | 06.30 WIB

Warga JGC Akhirnya Dukung Pengoperasian RDF Rorotan, Ini Tiga Poin Syarat Yang Harus Dipenuhi DLH

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta bersama perwakilan warga Jakarta Garden City (JGC) melakukan inspeksi langsung ke lokasi RDF Plant Rorotan, Jakarta Utara, Senin (14/7). (Istimewa) - Image

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta bersama perwakilan warga Jakarta Garden City (JGC) melakukan inspeksi langsung ke lokasi RDF Plant Rorotan, Jakarta Utara, Senin (14/7). (Istimewa)

JawaPos.com – Pengoperasian fasilitas Refuse Derived Fuel (RDF) Plant Rorotan, Jakarta Utara, akhirnya mendapat lampu hijau dari warga Jakarta Garden City (JGC). Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta bersama perwakilan warga JGC melakukan inspeksi langsung ke lokasi RDF Plant, Senin (14/7).

Ketua RT 18/14 Kelurahan Cakung Timur, Wahyu Andre Maryono, menyampaikan apresiasinya kepada DLH DKI Jakarta yang telah merespons aspirasi warga dengan mengajak dialog dan melakukan peninjauan langsung ke fasilitas RDF.

"Tadi kita sudah mendapatkan paparan dan keliling plant, banyak hal yang sudah dilakukan perbaikan. Mudah-mudahan dengan apa yang sudah dipersiapkan ini berjalan sesuai dengan rencana," ujarnya.

Wahyu menjelaskan, pertemuan ini merupakan tindak lanjut dari diskusi sebelumnya. Ia menyebutkan tiga harapan utama warga terhadap pengoperasian RDF Rorotan. Yakni, tidak ada dampak kesehatan akibat asap dan bau, tidak menurunkan nilai ekonomi properti sekitar, serta adanya keterbukaan informasi dan monitoring bersama.

"Kami dukung pengoperasian RDF ini, apabila ini bermanfaat untuk masyarakat banyak dan kita juga butuh tempat untuk pengelolaan sampah. Kami harap pengoperasian kali ini bisa berjalan dengan baik," ungkap Wahyu.

Tak hanya mendukung, warga juga meminta adanya edukasi lingkungan agar mereka bisa berpartisipasi aktif dalam proses pemilahan sampah dari rumah.

"Tadi kami juga sepakat untuk mengadakan sosialisasi untuk warga di wilayah kami. Sehingga nanti sampah yang akan datang ke RDF ini benar-benar sudah dipilah sejak awal," lanjutnya.

Kepala Unit Pengelola Sampah Terpadu (UPST) Dinas LH DKI Jakarta Agung Pujo Winarko menyebutkan, pihaknya terus berupaya meningkatkan standar pengendalian lingkungan di RDF Rorotan. Pertemuan dengan warga menjadi langkah penting untuk menjaga komunikasi terbuka dan membangun kepercayaan.

"Warga mengapresiasi peningkatan yang telah dilakukan di RDF Plant ini. Mereka juga minta komitmen Pemprov DKI Jakarta tetap dijaga. Sejauh ini mereka mendukung RDF ini selama dampak negatif bisa dimitigasi," tuturnya.

Agung memaparkan berbagai peningkatan teknologi yang telah diterapkan untuk meminimalkan polusi. Mulai dari penambahan alat pengendali emisi seperti Bag Filter, WESP, Wet Scrubber, Carbon Active, hingga CEMS. Untuk mengatasi bau, telah ditambahkan unit Deodorizer di berbagai area penting RDF.

"Kami juga lakukan Peningkatan pengendalian kebauan, dengan menambahkan tiga unit Deodorizer, sekarang menjadi empat unit di area proses, gudang produk, dan residu," tambahnya.

Pengoperasian RDF Rorotan akan dilakukan secara bertahap. Pada Juli ini dimulai dengan uji coba 50 ton sampah kering per hari dari TPS 3R, lalu dilanjutkan pada Agustus dengan kapasitas 150-500 ton sampah baru per hari. Operasi optimalnya ditargetkan pada September dengan volume bertahap hingga 2.500 ton per hari.

"Uji coba ini masih terus kita lakukan secara bertahap, jadi tidak langsung dengan kapasitas besar. Setiap uji coba kita lakukan evaluasi, kita ingin pastikan RDF ini berjalan optimal dan sempurna," imbuhnya.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore