Logo JawaPos
Author avatar - Image
12 Maret 2026, 21.12 WIB

Jakarta Darurat Sampah, Penanganan Tidak Lagi Bisa Secara Konvensional

Ketua DPRD DKI Jakarta tinjau RDF Rorotan, Rabu (11/3). (Istimewa) - Image

Ketua DPRD DKI Jakarta tinjau RDF Rorotan, Rabu (11/3). (Istimewa)

JawaPos.com - Jakarta darurat sampah. Setiap hari produksi sampah mencapai sekitar 8.700 ton. Situasi ini kalau tidak disiapkan mitigasinya, maka bukan tak mungkin peristiwa longsor di Bantargebang, Bekasi, berpotensi terulang.

Ketua DPRD DKI Jakarta Khoirudin mendorong langkah strategis supaya Jakarta tidak menjadi daerah darurat sampah yang membahayakan warga mereka. Untuk itu, Pemprov Jakarta harus segera mengoptimalkan pengolahan sampah, agar tragedi longsor di TPST Bantargebang tidak terulang lagi hingga sampai memakan korban.

"Jakarta memproduksi sekitar 8.700 ton sampah setiap hari. Jika tidak disiapkan solusi permanen, maka risiko seperti longsor di Bantargebang bisa terus berulang. Karena itu pemerintah telah menganggarkan dana triliunan rupiah untuk pembangunan fasilitas RDF agar pengolahan sampah Jakarta berjalan maksimal, aman bagi lingkungan, dan berkelanjutan," ujar Khoirudin usai meninjau fasilitas Refuse Derived Fuel (RDF) Plant Rorotan, Jakarta Utara, pada Kamis (12/3). 

Adapun kunjungan Khoirudin ke RDF Plant Rorotan sebagai respons cepat untuk mengoptimalkan pengolahan sampah Jakarta sekaligus menindaklanjuti tragedi longsor di TPST Bantargebang yang kembali memakan korban.

Kunjungan itu dilakukan sebagai respons cepat untuk mengoptimalkan pengolahan sampah Jakarta sekaligus menindaklanjuti tragedi longsor di TPST Bantargebang yang kembali memakan korban.

Khoirudin menegaskan, investasi besar di sektor pengolahan sampah bukan tanpa alasan. Volume sampah Jakarta yang mencapai ribuan ton per hari memerlukan penanganan yang tidak lagi konvensional. Dia mengingatkan tentang pentingnya solusi permanen agar tragedi serupa tak terulang.

Target Kapasitas 2.500 Ton Per Hari

Saat ini, RDF Rorotan masih beroperasi secara bertahap dengan kapasitas 700 ton per hari. Namun, target besar sudah dipatok. Jika seluruh sistem pendukung telah siap, fasilitas ini diproyeksikan mampu melahap hingga 2.500 ton sampah setiap harinya.

Transformasi ini dipercaya akan memberikan napas baru bagi sistem pengelolaan limbah di ibu kota. Khoirudin optimis keberadaan fasilitas ini di beberapa titik strategis akan membawa perubahan signifikan.

"Fasilitas RDF seperti di Rorotan ini adalah bagian dari solusi jangka panjang. Jika dibangun di beberapa titik, kita bisa mengurangi beban sampah ke Bantargebang hingga sekitar 30 persen," jelasnya.

Tantangan Operasional dan Peran Masyarakat

Meski didukung teknologi canggih, pengoperasian RDF bukan tanpa kendala. Mulai dari urusan logistik pengangkutan hingga upaya pengendalian emisi dan bau terus menjadi fokus evaluasi DPRD dan pengelola.

Namun, teknologi saja tidak cukup. Di akhir kunjungannya, Khoirudin mengingatkan bahwa kunci utama keberhasilan pengolahan sampah ada pada kesadaran warga dalam memilah sampah sejak dari sumbernya.

"Masalah sampah adalah tanggung jawab bersama. Saya mengajak seluruh warga Jakarta untuk mulai memilah sampah dari rumah, karena pengelolaan yang baik di hulu akan menentukan keberhasilan sistem pengolahan sampah di hilir," imbuhnya.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore