
Ketua DPRD DKI Jakarta tinjau RDF Rorotan, Rabu (11/3). (Istimewa)
JawaPos.com - Jakarta darurat sampah. Setiap hari produksi sampah mencapai sekitar 8.700 ton. Situasi ini kalau tidak disiapkan mitigasinya, maka bukan tak mungkin peristiwa longsor di Bantargebang, Bekasi, berpotensi terulang.
Ketua DPRD DKI Jakarta Khoirudin mendorong langkah strategis supaya Jakarta tidak menjadi daerah darurat sampah yang membahayakan warga mereka. Untuk itu, Pemprov Jakarta harus segera mengoptimalkan pengolahan sampah, agar tragedi longsor di TPST Bantargebang tidak terulang lagi hingga sampai memakan korban.
"Jakarta memproduksi sekitar 8.700 ton sampah setiap hari. Jika tidak disiapkan solusi permanen, maka risiko seperti longsor di Bantargebang bisa terus berulang. Karena itu pemerintah telah menganggarkan dana triliunan rupiah untuk pembangunan fasilitas RDF agar pengolahan sampah Jakarta berjalan maksimal, aman bagi lingkungan, dan berkelanjutan," ujar Khoirudin usai meninjau fasilitas Refuse Derived Fuel (RDF) Plant Rorotan, Jakarta Utara, pada Kamis (12/3).
Adapun kunjungan Khoirudin ke RDF Plant Rorotan sebagai respons cepat untuk mengoptimalkan pengolahan sampah Jakarta sekaligus menindaklanjuti tragedi longsor di TPST Bantargebang yang kembali memakan korban.
Kunjungan itu dilakukan sebagai respons cepat untuk mengoptimalkan pengolahan sampah Jakarta sekaligus menindaklanjuti tragedi longsor di TPST Bantargebang yang kembali memakan korban.
Khoirudin menegaskan, investasi besar di sektor pengolahan sampah bukan tanpa alasan. Volume sampah Jakarta yang mencapai ribuan ton per hari memerlukan penanganan yang tidak lagi konvensional. Dia mengingatkan tentang pentingnya solusi permanen agar tragedi serupa tak terulang.
Saat ini, RDF Rorotan masih beroperasi secara bertahap dengan kapasitas 700 ton per hari. Namun, target besar sudah dipatok. Jika seluruh sistem pendukung telah siap, fasilitas ini diproyeksikan mampu melahap hingga 2.500 ton sampah setiap harinya.
Transformasi ini dipercaya akan memberikan napas baru bagi sistem pengelolaan limbah di ibu kota. Khoirudin optimis keberadaan fasilitas ini di beberapa titik strategis akan membawa perubahan signifikan.
"Fasilitas RDF seperti di Rorotan ini adalah bagian dari solusi jangka panjang. Jika dibangun di beberapa titik, kita bisa mengurangi beban sampah ke Bantargebang hingga sekitar 30 persen," jelasnya.
Meski didukung teknologi canggih, pengoperasian RDF bukan tanpa kendala. Mulai dari urusan logistik pengangkutan hingga upaya pengendalian emisi dan bau terus menjadi fokus evaluasi DPRD dan pengelola.
Namun, teknologi saja tidak cukup. Di akhir kunjungannya, Khoirudin mengingatkan bahwa kunci utama keberhasilan pengolahan sampah ada pada kesadaran warga dalam memilah sampah sejak dari sumbernya.
"Masalah sampah adalah tanggung jawab bersama. Saya mengajak seluruh warga Jakarta untuk mulai memilah sampah dari rumah, karena pengelolaan yang baik di hulu akan menentukan keberhasilan sistem pengolahan sampah di hilir," imbuhnya.

Prediksi Skor Tanjung Verde vs Arab Saudi di Piala Dunia 2026: Misi Blue Sharks Pulangkan Green Falcons
Prediksi Skor Mesir vs Iran di Piala Dunia 2026: The Pharaohs Selangkah Lagi ke 32 Besar Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Selandia Baru vs Belgia di Piala Dunia 2026: Pembuktian Romelu Lukaku Belum Habis!
Prediksi Skor Uruguay vs Spanyol di Piala Dunia 2026: La Roja Tak Ingin Tersandung, La Celeste Wajib Menang
Prediksi Skor Aljazair vs Austria di Piala Dunia 2026: Tiket 32 Besar Dipertaruhkan, Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Kroasia vs Ghana di Piala Dunia 2026: Duel Penentu Tiket 32 Besar, Hasil Imbang Skenario Paling Masuk Akal
Prediksi Skor RD Kongo vs Uzbekistan di Piala Dunia 2026: Duel Sengit di Laga Terakhir Fase Grup
Prediksi Skor Senegal vs Irak di Piala Dunia 2026: Sadio Mane Jadi Kunci Kalahkan Singa Mesopotamia
Prediksi Afrika Selatan vs Kanada di 32 Besar Piala Dunia 2026: Bafana Bafana Ukir Sejarah!
Prediksi Skor Panama vs Inggris: Three Lions Sedang Tak Ideal, Harry Kane Ingin Kembali ke Jalur Gol
