Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 12 Juni 2025 | 04.40 WIB

Menikmati Fenomena Strawberry Moon di Jakarta Juni Ini, Kenapa Warnanya Tak Merah Seperti Stroberi?

Ilustrasi gerhana bulan. (Dery Ridwansah/JawaPos.com) - Image

Ilustrasi gerhana bulan. (Dery Ridwansah/JawaPos.com)

JawaPos.com - Fenomena langka Strawberry Moon terlihat di langit Jakarta malam ini, Rabu (11/6). Bulan purnama yang berwarna sedikit kemerah-merahan itu tampak bulat sempurna menggantung di langit malam. 

Secara kasat mata, Strawberry Moon ini memang tak terlihat begitu jauh berbeda dengan bulan purnama lainnya.

Hanya saja, jika dilihat lebih dekat dengan alat, tampak bulan yang terlihat di kawasan Fly Over Kebayoran Lama ini bersemu merah

Meski tidak semerah buah Strawberry seperti namanya, warna dominasi merah kekuning-kuningan ini terlihat sejak pukul 19.30 WIB meski hujan deras sempat mengguyur kawasan Jakarta Barat dan sekitarnya.

Apa itu fenomena Strawberry Moon atau Bulan Stroberi?

Dikutip dari BBC Sky at Night Magazine, setiap bulan purnama biasanya punya nama khas yang diambil dari fenomena alam yang biasa terjadi di bulan itu. Misalnya, bulan purnama di Februari disebut Bulan Salju karena bertepatan dengan musim salju. 

Sementara itu, bulan purnama di Juli disebut Bulan Rusa Jantan, karena itulah masa rusa jantan mulai menumbuhkan tanduk baru mereka.

Nah, untuk bulan Juni, bulan purnamanya dijuluki Bulan Stroberi. Nama ini sangat pas karena Juni adalah waktu dimulainya musim panen stroberi di banyak daerah, terutama di belahan Bumi utara.

Nama ini sendiri diyakini berasal dari masyarakat adat Amerika, khususnya suku Algonquin, yang menggunakan penamaan ini sebagai penanda awal musim stroberi liar.

Tapi jangan berharap Bulan Stroberi bakal kelihatan merah muda seperti buah stroberi, ya! Nama ini hanya bersifat simbolis dan tidak berkaitan dengan warna atau tampilan bulan.

Meskipun begitu, karena posisinya yang rendah di langit saat terbit atau terbenam, bulan ini memang bisa tampak agak jingga atau kemerahan.

Namun, warna itu bukan karena 'stroberi', melainkan akibat penyebaran cahaya saat bulan melewati atmosfer Bumi yang lebih tebal di dekat cakrawala.

Bulan Purnama Paling Jauh dari Matahari

Ada satu fakta menarik lain tentang Bulan Stroberi tahun ini. Selain jadi bulan purnama yang rendah, ternyata posisinya juga jauh dari Matahari. Hal ini berkaitan dengan bentuk orbit Bumi yang bukan bulat sempurna, melainkan lonjong seperti telur.

Saat Bumi berada paling dekat dengan Matahari, itu disebut perihelion, sementara saat terjauh disebut aphelion.

Editor: Bayu Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore