Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 4 April 2025 | 15.20 WIB

Sopir Angkot Masih Bandel Beroperasi di Puncak saat Libur Lebaran, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi Ancam Sidak

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com). - Image

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com).

JawaPos.com - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menegaskan akan melakukan inspeksi mendadak (sidak) terhadap sopir angkot di kawasan Puncak, Bogor, yang tetap beroperasi saat libur Lebaran meski sudah menerima uang kompensasi dari pemerintah. 

Langkah ini dilakukan untuk memastikan kebijakan pembatasan angkutan umum demi kelancaran arus wisata berjalan efektif, terutama di daerah Puncak. Apalagi banyak angkot yang tertidur masih beroperasi.

"Buat teman-teman sopir angkot di jalur Puncak yang sudah dapat kompensasi, jangan bandel ya," tegas Dedi dikutip dari Radar Bogor, Jumat (4/4).

Pemprov Jawa Barat sebelumnya telah memberikan insentif kepada para sopir angkot agar tidak beroperasi selama masa liburan Idul Fitri, guna mengurangi kemacetan parah di kawasan wisata Puncak.

Namun, berdasarkan pantauan di lapangan, masih ada sejumlah sopir yang nekat beroperasi di beberapa titik Jalan Raya Puncak, Kabupaten Bogor.

Dedi Mulyadi: “Saya Akan Kontrol Langsung”

Menanggapi hal ini, Dedi menegaskan dirinya akan turun langsung ke lapangan untuk memastikan aturan ditaati.

"Buat yang di Cipanas dan sekitarnya, nanti saya kontrol lho," ancamnya.

Dedi juga mengingatkan bahwa kompensasi yang diberikan bertujuan agar para sopir bisa menikmati waktu bersama keluarga selama libur Lebaran, sekaligus membantu kelancaran lalu lintas wisatawan.

"Mari kita saling menghargai, kan sudah dikasih uang saku," katanya.

Selain itu, mantan Bupati Purwakarta ini menekankan bahwa kebijakan ini bukan hanya soal kepentingan wisatawan, tetapi juga bagian dari upaya menjaga ketertiban dan kenyamanan di wilayah Puncak.

Pendataan Ulang untuk Sopir yang Belum Mendapat Kompensasi

Di sisi lain, Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bogor, Dadang Kosasih, mengungkapkan bahwa masih ada sopir angkot yang belum menerima kompensasi, sehingga mereka tetap beroperasi karena alasan ekonomi.

“Kami akan lakukan pendataan ulang untuk memastikan siapa saja yang belum mendapat kompensasi,” jelasnya.

Dedi berharap semua pihak bisa menaati kebijakan ini agar hasilnya benar-benar maksimal.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore