Ilustrasi salah satu rute angkot yang bisa digunakan untuk perjalanan dari Kota Malang ke Batu. (RadarBatu).
JawaPos.com - Di tengah maraknya layanan transportasi online dan travel berbayar, angkutan kota (angkot) rute Malang–Batu ternyata masih tetap eksis hingga kini. Moda transportasi ini menjadi pilihan menarik bagi wisatawan berjiwa backpacker, pelajar, hingga warga lokal yang ingin bepergian dengan biaya hemat tanpa harus terburu-buru.
Bagi banyak orang, perjalanan dari Kota Malang ke Kota Batu identik dengan kendaraan pribadi atau ojek daring. Padahal, jauh sebelum itu, jalur ini sudah lama dilayani angkot yang menghubungkan berbagai titik penting di Malang hingga jantung Kota Batu.
Selain murah, perjalanan menggunakan angkot juga memberi pengalaman berbeda karena penumpang bisa menikmati perubahan suasana kota ke kawasan pegunungan secara perlahan.
Perjalanan menuju Batu dengan angkot umumnya dimulai dari Terminal Arjosari, terminal tipe A yang terletak di sisi timur Kota Malang. Terminal ini menjadi simpul transportasi utama dan mudah diakses dari berbagai wilayah, termasuk dari kawasan Stasiun Malang Kota Baru maupun Malang Kota Lama.
Sesampainya di terminal, penumpang perlu memilih angkot dengan kode trayek AL (Arjosari–Landungsari) atau ADL (Arjosari–Dinoyo–Landungsari). Kedua trayek ini sama-sama akan membawa penumpang menuju Terminal Landungsari, yang menjadi titik transit penting sebelum melanjutkan perjalanan ke Kota Batu.
Tarif angkot dari Terminal Arjosari menuju Landungsari relatif terjangkau, yakni sekitar Rp 3.500 per orang atau bisa lebih mahal sedikit mengingat mungkin sopir menyadari bahwa kamu adalah wisatawan. Tapi tak mengapa, sekalian bisa bertanya seputar destinasi yang dituju.
Waktu tempuh perjalanan berkisar 25–30 menit, tergantung kondisi lalu lintas. Sepanjang perjalanan, angkot akan melewati kawasan kampus, pusat aktivitas mahasiswa, hingga area permukiman padat.
Bagi penumpang pemula, patokan paling mudah adalah memilih angkot dengan kode tujuan yang memiliki kode huruf 'L', karena hampir semua trayek menuju Landungsari menggunakan penanda tersebut.
Terminal Landungsari bukan sekadar tempat turun penumpang, tetapi juga menjadi gerbang utama menuju wilayah barat Malang dan Kota Batu. Lokasinya strategis, tepat di perbatasan Kota Malang dan Kabupaten Malang, serta tak jauh dari area kampus dan akses jalan utama.
Setibanya di terminal ini, penumpang perlu berganti angkot untuk melanjutkan perjalanan ke Batu. Angkot tujuan Batu mudah dikenali dari warna ungu atau sedikit pink, yang menjadi ciri khas trayek Landungsari–Batu.
Tarif perjalanan dari Terminal Landungsari ke Terminal Kota Batu berada di kisaran Rp 5.000, dengan durasi perjalanan sekitar 30 menit. Rute ini akan membawa penumpang melewati kawasan perbukitan, udara yang semakin sejuk, serta pemandangan hijau yang menjadi ciri khas daerah Batu.
Angkot akan berhenti di Terminal Kota Batu yang berlokasi di Jalan Dewi Sartika, tepat berhadapan dengan Pasar Besar Batu. Terminal ini menjadi pusat pergerakan angkutan umum di Kota Batu dan cukup dekat dengan berbagai destinasi wisata serta fasilitas umum.
Dari terminal ini, wisatawan bisa melanjutkan perjalanan ke berbagai tujuan, seperti Alun-alun Kota Batu, Museum Angkut, Jatim Park, Selecta, hingga kawasan wisata petik apel. Angkot lokal di Kota Batu memiliki warna-warna khas sesuai trayeknya, mulai dari merah, hijau, oranye, hingga biru, sehingga relatif mudah dikenali.
Meski terkesan klasik, angkot Malang–Batu menawarkan sejumlah keunggulan yang masih relevan hingga sekarang. Dari sisi biaya, total ongkos perjalanan dari Malang ke Batu dengan angkot hanya sekitar Rp 8.500, jauh lebih murah dibandingkan transportasi daring.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
