Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 23 Juli 2023 | 00.44 WIB

Kapolres Bogor Sebut Korban Dugaan Pencabulan WNA Nigeria Tolak Diperiksa

Kapolres Bogor AKBP Rio Wahyu Anggoro. - Image

Kapolres Bogor AKBP Rio Wahyu Anggoro.

JawaPos.com–Kapolres Bogor AKBP Rio Wahyu Anggoro menyatakan, NZ, 17, korban dugaan pencabulan warga negara asing (WNA) asal Nigeria menolak diperiksa oleh pihak kepolisian.

”Saat petugas piket PPA (Pelayanan Perempuan dan Anak) meminta keterangan awal, korban dan pelapor menolak dengan alasan lelah dan hanya ingin memberikan keterangan didampingi penasihat hukum,” kata AKBP Rio seperti dilansir dari Antara di Bogor.

Dia juga menyebut, NZ dan orang tua korban, YW, yang menolak dimintai keterangan terkait kasus yang mereka publikasikan melalui media sosial lewat akun Instagram pengacara Hotman Paris.

Rio menjelaskan, kasus dugaan pencabulan dan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) itu terjadi pada Selasa (2/5) sekitar pukul 19.00 WIB di sebuah apartemen, Kampung Bojong Nangka, Gunungputri, Kabupaten Bogor. Satu bulan kemudian, kasus itu baru dilaporkan orang tua korban ke Unit PPA Polres Bogor dengan Laporan Polisi LP / B / 1272 / VII / 2023 / SPKT / RES BGR/Polda JBR, tertanggal 14 Juli 2023. Dengan pelapor atas nama YW dengan terlapor NI, 17, teman korban.

Namun saat akan diperiksa penyidik, lanjut Rio, NZ dan orang tua korban menolak. Pelapor kemudian membuat surat pernyataan yang isinya bersedia memberikan keterangan kepada polisi bersama kuasa hukumnya.

”Mereka tak memenuhi janji seperti yang dituangkan dalam surat pernyataan dengan alasan pengacara masih di Kendari dan baru bisa mendampingi pelapor pada Senin (24/7),” tutur Rio Wahyu Anggoro.

Rio menyayangkan pelapor yang malah membuat video yang berisi permintaan tolong kepada pengacara Hotman Paris dan mengaku laporannya ditolak kepolisian. ”Kami menyayangkan sikap korban dan pelapor yang menolak diperiksa dan memilih membuat video yang kemudian viral di medsos,” ujar Rio.

Padahal kepolisian, kata Rio, proaktif untuk mendapatkan keterangan dari korban dan pelapor. Pada Jumat (21/7) pagi penyidik mendatangi rumah pelapor untuk meminta keterangan dan klarifikasi.

”Kita proaktif untuk meminta keterangan korban dan pelapor. Namun sampai saat ini mereka belum mau dimintai keterangan,” papar Rio.

Pengacara Hotman Paris melalui akun Instagram @hotmanparisofficial mengunggah video permohonan mengenai penanganan kasus dugaan TPPO dan pencabulan. Dalam tayangan video tersebut, tampak orang tua korban meminta bantuan hukum lantaran anaknya diduga menjadi korban TPPO dan juga pencabulan.

”Kami memohon bantuan hukum kepada Bapak Hotman Paris beserta tim, di mana anak kami yang di bawah umur menjadi korban TPPO dan pencabulan oleh WNA Nigeria,” kata orang tua korban dalam video yang diunggah Jumat (21/7).

”Yang mana pada saat kejadian pelaku WNA membuka pakaian korban dengan paksa dan memaksa korban untuk melayani, serta kakak kelas korban secara sadar tidak membantu, malah menertawakan dan meminta korban untuk tunduk saja kepada pelaku,” kata dia.

Sebagai orang tua dari korban, dia pun meminta bantuan kepada pengacara Hotman Paris beserta tim agar mendapatkan bantuan hukum untuk mendapatkan keadilan. Dia juga mengaku telah melaporkan kasus tersebut ke Polres Bogor, namun masih ada langkah yang perlu diambil pihak kepolisian untuk melakukan penyelidikan.

”Di mana saya melaporkan WNA di Nigeria itu dikatakan oleh Polres Bogor tidak bisa karena harus koordinasi dulu dengan Dubes. Kami buta akan hukum dan merasa kurang dilayani saat membuat laporan, semoga yang terhormat Bapak Hotman Paris dapat membantu,” terang orang tua korban, YW.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore