
Peternak memberikan pakan pada ayam potong di kawasan Leuwinanggung Tapos, Depok, Jawa Barat, Selasa (28/9/2021). Peternak mengelukan naiknya harga jagung sebagai campuran pakan melonjak dari harga Rp. 2.500 mencapai Rp. 5.500 perkilogram yang berimbas p
JawaPos.com-Ratusan peternak ayam dari Komunitas Peternak Unggas Nasional (KPUN) akan menggelar demo di tiga lokasi di Jakarta pada Rabu (6/9) besok. Yakni, di depan Istana Negara, Kantor Komisi Pengawas Persaingan Usaha, dan Gedung KPK.
Ketua KPUN Alvino Antonio mengatakan demo yang dijadwalkan mulai pukul 09.00 WIB ini digelar untuk meminta pemerintah memperbaiki tata niaga ayam ras pedaging. Sebab saat ini, biaya produksi ayam ras pedaging sedang tinggi, sedangkan harga jual ayam hidupnya tidak sesuai.
"Sekarang harga ayam dikandang Rp 19.000 seharusnya minimal Rp 21.000. Sementara harga pakan masih mahal karena pabrik pakan belum turunkan harganya. Meskipun harga jagung sudah normal sejak 3 bulan lalu," kata Alvino dalam keterangan tertulisnya kepada JawaPos.com, Selasa (6/9).
Alvino menjelaskan, aksi tersebut juga dilakukan karena belum ada tindak lanjut konkret pemerintah untuk mendukung para peternak. ’’Salah satunya, rencana pemerintah dalam hal ini Kementerian Perdagangan (Kemendag) untuk memanggil perusahaan unggas besar terkait penyesuaian harga,’’ terang dia.
Alvino pun merinci tuntutan yang akan disuarakan peternak pada demo besok. "Bebaskan kuota GPS (Grand Parent Stock/pembibitan ayam indukan broiler), jangan dibatasi," kata dia tentang tuntutan mereka.
Kemudian, kembalikan budidaya ayam pedaging kepada peternak, turunkan harga pakan ternak, dan turun harga DOC atau Day Old Chicken. DOC adalah ayam dengan umur di bawah 10 hari dan paling lama 14 hari setelah ayam itu menetas. "Bentuk badan perlindungan untuk menyerap hasil ternak UMKM dengan harga sesuai acuan Badan Pangan Nasional," ungkapnya.
Sebelumnya, Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan alias Zulhas bakal memanggil empat perusahaan unggas di tengah harga jual ayam hidup yang anjlok. Perusahaan yang akan dipanggil yakni PT Charoen Phokpand Indonesia Tbk, PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk, PT Malindo Feedmil Tbk, serta PT Super Unggas Jaya.
Hal itu disampaikan Zulhas setelah mendengar keluh kesah dari Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia (Pinsar) Gabungan Organisasi Peternak Ayam Nasional (GOPAN). Zulhas mengatakan, pemerintah akan menyampaikan kepada empat perusahaan itu agar dapat mengatur harga tidak terlalu rendah yang merugikan peternak ayam mandiri.
Dalam pertemuan itu, para peternak menyampaikan gejolak harga yang terjadi saat ini dianggap belum berpihak kepada peternak. Dia menuturkan ketika harga berada di atas harga acuan yang diatur dalam Permendag Nomor 07 Tahun 2020, peternak seringkali dimintai keterangan oleh satgas pangan Polri.
Sedangkan ketika harga di bawah harga acuan, peternak merasa belum pernah diberikan bantuan yang konkret oleh pemerintah. Selain itu, dia menjelaskan perlu adanya penyesuaian harga acuan karena sudah terjadi penyesuaian harga akibat kenaikan biaya logistik dan pakan. (*)

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
Hasil Play-off Liga 2: Adhyaksa FC Bungkam Persipura Jayapura 0-1 di Babak Pertama!
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
