
Gedung Negara Grahadi sisi barat yang terbakar saat kerusuhan akhir Agustus 2025. (Novia Herawati/ JawaPos.com)
JawaPos.com - Usai terbakar saat aksi demonstrasi Agustus 2025 lalu, bangunan sayap barat kompleks Gedung Negara Grahadi, Surabaya, mulai dipugar kembali dan ditargetkan selesai pada 25 Oktober 2026.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menjelaskan, pemugaran akan berlangsung selama 210 hari kalender dengan anggaran dari APBD Jatim 2026 sebesar Rp 12.763.527.000 (Rp 12,7 Miliar).
Pemugaran bangunan dimulai dengan identifikasi awal lewat pengumpulan batu bata, genteng, dan material lain dari gedung yang terbakar. Langkah ini dilakukan agar bentuk bangunan mendekati aslinya.
"Gedung-gedung yang terdampak ini adalah gedung-gedung yang harus kita lestarikan. Ini yang kita pulihkan adalah bangunan sayap barat Grahadi, bukan keseluruhan Grahadi," ucap Gubernur Khofifah di Surabaya, Kamis (2/4).
Pemulihan bangunan sayap barat Gedung Negara Grahadi sendiri telah melalui proses kajian yang melibatkan tenaga ahli pemugaran, termasuk Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Jawa Timur dan berbagai instansi terkait.
Lingkup pengerjaan pemugaran meliputi rekonstruksi atap, replikasi engsel, kusen, dan pintu. Juga ekspos hasil ekskavasi arkeologi dan balok kayu, serta penataan ulang ruang-ruang yang terbakar.
Ia menegaskan bahwa proses pemugaran sayap barat Gedung Negara Grahadi tidak boleh dilakukan sembarangan karena merupakan cagar budaya. Oleh karenanya, proses ini dikawal oleh tim cagar budaya Pemkot Surabaya.
"Betapa identifikasi dan detail proses tadi tidak sederhana. Kami mohon doa mudah-mudahan ini bisa selesai tepat waktu. Kami juga berharap tidak ada lagi cagar budaya yang kemudian dijadikan sasaran siapa pun," imbuhnya.
Sebagai informasi, Gedung Negara Grahadi berdiri sejak 1810. Pemugaran dilakukan untuk menjaga nilai sejarahnya, yakni melalui penampilan kembali elevasi lantai asli menggunakan metode ekskavasi.
Baca Juga:Peringati IWD 2026, Ratusan Massa Gelar Aksi di Grahadi Surabaya: Tubuh Perempuan Bukan Komoditas!
Lantai tersebut mengalami kenaikan ketinggian sekitar 50 cm sejak awal pembangunan. Sehingga nantinya lantai asli akan diekspos dengan lantai kaca sebagai media edukasi sejarah dan teknologi konstruksi masa lalu.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Soal Penolakan Pembangunan Gereja di Citraland, Wali Kota Eri: Tidak Sesuai Site Plan
Prediksi Skor Singapura vs Thailand: Ilhan Fandi Jadi Ancaman, Tuan Rumah Bisa Bikin Kejutan
Prediksi Skor Sabah FC vs Persib Bandung: Pangeran Biru Bidik Puncak Dewata Challenge Series 2026
Prediksi Skor Malaysia vs Vietnam: Superkomputer Jagokan The Golden Star Warriors
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kasus Penjahit Rasis Bali Kembali Diperbincangkan, Diduga Ada Intimidasi Saat Audiensi
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Pembangunan Gereja di Citraland Surabaya Ditolak Warga, Ternyata karena salah soal Perizinannya
Jadwal Siaran Langsung Sabah FC vs Persib Bandung di Dewata Challenge Series 2026: Live di Indosiar
5 Weton Aras Kembang yang Bisa Memikat Lawan Jenis karena Kharismatik danMempesona Menurut Primbon Jawa
