Kabid Humas Kombes Pol Budi Hermanto. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)
JawaPos.com - Polda Metro Jaya mengimbau masyarakat di Jakarta dan sekitarnya menghindari Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan (Jaksel) mulai siang nanti. Imbauan itu dikeluarkan menyusul rencana aksi demo mahasiswa di Mabes Polri hari ini (27/2).
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Bhudi Hermanto menyampaikan bahwa instansinya memang sudah mengerahkan 3.093 personel untuk mengawal dan mengamankan jalannya aksi. Namun, agar aktivitas masyarakat tidak terganggu, dia mengimbau agar mencari alternatif lain untuk menghindari Jalan Trunojoyo.
”Kami juga menghimbau kepada seluruh masyarakat juga untuk peduli, melihat, apabila di Jalan Trunojoyo, Mabes Polri ini ada kegiatan-kegiatan penyampaian pendapat, mungkin bisa menghindari jalur-jalur kepadatan agar aktivitasnya dapat berjalan dengan baik,” ucap Bhudi kepada awak media.
Sebagaimana diatur dalam undang-undang (UU), kata Bhudi, aksi massa merupakan hak yang harus dijamin dan difasilitasi. Karena itu, Polri dan Polda Metro Jaya memastikan bahwa elemen mahasiswa yang hendak bergerak hari ini akan dilayani dengan sebaik-baiknya.
Namun demikian, Bhudi mengingatkan kembali agar mahasiswa yang melaksanakan aksi berhati-hati terhadap penunggang gelap. Menurut dia, penunggang gelap berpotensi memantik aksi yang semula berlangsung aman menjadi rusuh. Sehingga ujungnya akan mencoreng aksi tersebut.
”Elemen mahasiswa yang akan melaksanakan penyampaian pendapat jangan sampai ditunggangi oleh penunggang-penunggang gelap, gampang terprovokasi, dan dalam menyampaikan aksi ada muatan-muatan pesanan,” kata Bhudi.
Bhudi yakin, mahasiswa sebagai elemen yang terdidik dan berpendidikan dapat menyampaikan aspirasi dengan baik dan tidak akan terprovokasi. Pihaknya juga percaya mahasiswa tidak akan terpengaruh oleh pihak-pihak tidak bertanggung jawab yang ingin mencorong aksi tersebut.
Sebelumnya, Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) mengumumkan akan melaksanakan aksi demo di Mabes Polri siang ini. Aksi itu dilakukan menyusul tewasnya pelajar MTs bernama Arianto Tawakal di Kota Tual. Korban meninggal dunia setelah kena hantam helm milik personel Brimob.
Seruan aksi telah disampaikan lewat akun Instagram resmi BEM UI pada Kamis, (26/2). Elemen mahasiswa yang bergerak dengan tanda pagar (tagar) #AparatKepar4t itu berencana memulai aksi pada pukul 13.00 WIB. Anggota BEM UI Hafidz Hernanda menyampaikan ada beberapa tuntutan dari mahasiswa.
”Mendesak penjatuhan hukuman pidana yang seberat-beratnya kepada polisi pembunuh AT (Arianto Tawakal dan segenap aparat pelaku represifitas,” kata dia.
Selain itu, mahasiswa mendesak pencopotan kapolri dan kapolda Maluku. Yakni Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo dan Irjen Dadang Hartanto. Mahasiswa juga meminta agar seluruh tahanan politik yang mereka nilai telah dikriminalisasi untuk dibebaskan dan menuntut penarikan polisi aktif dari jabatan sipil.
”Kami juga menuntut hasil konkret Reformasi Polri secara struktural, kultural, dan instrumental dari Komisi Percepatan Reformasi Polri,” tegasnya.

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
Live Streaming PSS Sleman vs Garudayaksa FC Final Liga 2 dan Prediksi Skor: Trofi Bergengsi Menanti Pemenang!
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Prancis Hari Ini: Momentum Veda Ega Rebut Pole Position!
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
