Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 28 Februari 2020 | 23.54 WIB

Terendah Sejak 2007, Kerugian Banjir Jakarta 2020 Capai Rp 960 M

Sejumlah pedagang mengamankan barang dagangannya ketika banjir merendam kiosnya di Pasar Raya Cipulir, Jakarta Selatan, Rabu (1/1/2020). Banjir setinggi sekitar 50 cm - 1 meter tersebut yang disebabkan meluapnya kali Pesanggrahan, dan mengakibatkan aktivi - Image

Sejumlah pedagang mengamankan barang dagangannya ketika banjir merendam kiosnya di Pasar Raya Cipulir, Jakarta Selatan, Rabu (1/1/2020). Banjir setinggi sekitar 50 cm - 1 meter tersebut yang disebabkan meluapnya kali Pesanggrahan, dan mengakibatkan aktivi

JawaPos.com - Banjir yang melanda wilayah DKI Jakarta pada periode Januari 2020 tidak memberikan kerugian cukup signifikan kepada perputaran uang di ibu kota. Berdasarkan data yang dihimpun dari Perwakilan Bank Indonesia (BI) DKI Jakarta, kerugian hanya mencapai Rp 960 miliar.

"Kerugiannya tidak sebesar tahun-tahun lalu. Waktu 2007 bahkan nilainya Rp 8,8 triliun kalau nggak salah. Sekarang sekitar Rp 1 triliun," kata Kepala Perwakilan BI DKI Jakarta Hamid Ponco Wibowo di Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (28/2).

Data itu diperoleh BI DKI Jakarta dari beberapa asosiasi. Seperti Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HPPI), Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO), serta Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN).

Kerugian itu diperoleh dari sejumlah aspek kegiatan usaha. Misalnya, perdagangan, pergudangan, perbankan, ritel pengadaan listrik dan gas, dan lain sebagainya. Dengan jumlah tersebut, BI DKI Jakarta menyimpulkan jika kerugian banjir Januari 2020 menjadi yang terendah sejak banjir 2002.

"Kerugian itu paling rendah sejak 2002. Mungkin karena teknologi dulu dengan sekaranh beda. Kalau sekarang kan cepat banget sampai," jelasnya.

Diketahui, berdasarkan catatan BI DKI Jakarta, kerugian banjir Jakarta 2002 ditaksir senilai Rp 9,8 triliun. Banjir terjadi selama 6 hari. Dengan jumlah RW tergenang 353 wilayah.

Kendati demikian, pada banjir Januari lalu, curah hujan di Jakarta tercatat terjadi tertinggi sejak 2002, yakni mencapai 377 mm/hari. Angka itu masih di atas curah hujan pada banjir 2007 yakni 340 mm/hari.

BI Jakarta memperkirakan, rendahnya angka kerugian pada banjir 2020 disebabkan karena penanggulangan banjir yang relatif cepat. Yakni hanya dalam 4 hari sudah hampir surut seluruhnya, sehingga aktivitas keuangan bisa kembali pulih. Selain itu, wilayah terdampak banjir tidak menyasar daerah strategis di Jakarta.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore