Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 27 Desember 2019 | 03.31 WIB

Belasan Kobra Risaukan Warga Cipinang, Sarangnya Sebelah Rumah Pak RT

Antivenom (AMRI HUSNIATI/JAWA POS) - Image

Antivenom (AMRI HUSNIATI/JAWA POS)

JawaPos.com - 'Teror' ular kobra ternyata tak hanya terjadi di kawasan Depok dan pinggiran Jakarta saja. Hari ini, Kamis (26/12) belasan anak ular kobra muncul di permukiman warga RW 05 Cipinang Melayu, Makasar, Jakarta Timur.

Menurut warga RT 02/RW 05 Cipinang Melayu, Diran Anam, diperkirakan tidak kurang dari 18 anak kobra saat ini berkeliaran di kawasan pemukiman padat penduduk itu.

Menurut, pria 45 tahun itu, ular kobra kerap bermunculan saat malam dan siang hari dari kawasan semak-semak jalan menuju halaman rumah warga.

Sekitar pukul 14.00 WIB, Diran bersama tetanganya memutuskan untuk berburu ular tersebut dengan melibatkan petugas Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Timur.

"Ada empat ekor yang berhasil ditangkap bersama warga. Saat ini proses pencarian masih dilakukan empat petugas Damkar," katanya.

Kobra yang ditangkap warga diperkirakan baru menetas pada dua pekan lalu dengan ukuran serupa jari tengah orang dewasa.

Perburuan oleh warga dilakukan menggunakan gagang sapu dan sejumlah peralatan kayu. "Satu ekor saya getok pakai gagang sapu dan mati. Saya takut di patuk karena berbisa," katanya.

Dia menyebutkan kemunculan belasan ular kobra di lingkungan mereka diduga imbas terganggunya habitat. "Tadinya kobra ini ada di belakang kebun, tapi sudah kena gusur. Itu kan habitat dia (ular)," katanya.

Kepala Seksi Operasional Damkar Jakarta Timur Gatot Sulaeman mengatakan, petugas evakuasi disebar ke sejumlah penjuru kawasan, termasuk sarang tempat ular bertelur di sebelah rumah Diran.

"Usai pencarian selama 1,5 jam, petugas belum menemukan keberadaan ular lainnya. Pencarian dihentikan pukul 17.38 WIB," katanya.

Pihaknya akan menunggu kabar lanjutan dari warga manakala ular tersebut kembali muncul. Gatot menambahkan belum ada laporan terkait korban dari keberadaan ular di kawasan tersebut.

Diketahui, saat ini baru ada tiga rumah sakit penyedia serum antibisa ular,  menyusul fenomena bermunculannya ular kobra di sejumlah wilayah.

"Hingga 18 Desember 2019, ada tiga rumah sakit penyedia serum antibisa ular di Jakarta Timur," kata Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Timur Indra Setiawan di Jakarta, Kamis.

Rumah sakit yang dimaksud adalah Rumah Sakit Persahabatan, RS Haji Jakarta dan RS Adhyaksa. Namun, masyarakat juga bisa mengakses layanan serum antibisa ular di rumah sakit lainnya di sejumlah wilayah Jakarta di antaranya:

Jakarta Jakarta Pusat
1. RSUPN Cipto Mangunkusumo
2. RSPAD Gatot Subroto
3. RSUD Tarakan
4. RS Islam Cempaka Putih

Jakarta Utara
1. RSPI Sulianti Saroso
2. RS. Pantai Indah Kapuk

Jakarta Barat
1. RSUD Cengkareng
2. RS Mitra Keluarga Kalideres

Jakarta Selatan
1. RSUP Fatmawati
2. RSUD Pasar Minggu
3. RSUD Jati Padang
4. RS Suyoto

Kepulauan Seribu
1. RSUD Kepulauan Seribu.

Editor: Dimas Ryandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore