Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 6 September 2021 | 20.58 WIB

Seminggu Terakhir PTM di Jakarta Lancar, 1 Sekolah Terpaksa Dihentikan

Seorang Guru (tengah) menerangkan materi pembelajaran kepada murid SDS Yasporbi 1 Pancoran secara hybrid atau kombinasi antara tatap muka terbatas dengan pembelajaran secara daring di Jakarta, Rabu (1/9/2021). Pembelajaran Tatap Muka (PTM) dengan jumlah 5 - Image

Seorang Guru (tengah) menerangkan materi pembelajaran kepada murid SDS Yasporbi 1 Pancoran secara hybrid atau kombinasi antara tatap muka terbatas dengan pembelajaran secara daring di Jakarta, Rabu (1/9/2021). Pembelajaran Tatap Muka (PTM) dengan jumlah 5

JawaPos.com - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sudah menerapkan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas tahap 1. Pelaksanaan PTM ini sudah dimulai sejak 30 Agustus lalu.

Kepala Bagian Humas Dinas Pendidikan DKI Jakarta Taga Radja menyampaikan, dalam pelaksanaan PTM terbatas di ibu kota mayoritas berlangsung dengan baik. Mulai dari penerapan protokol kesehatan hingga sarana dan prasarana pendukungnya.

"Secara umum berjalan lancar dan sudah sesuai dengan SOP, sekolah itu sudah menerapkan prokes dengan ketat," ungkap Taga ketika dihubungi JawaPos.com, Senin (6/9).

Namun, sangat disayangkan, dari 610 sekolah yanh dibuka, ada 1 yang melanggar peraturan protokol kesehatan, yakni memakai masker di dagu. Sekolah tersebut adalah SDN 05 Jagakarsa, Jakarta Selatan.

Alhasil, sekolah pun ditutup sementara akibat kelalaian tersebut. Terkait kapan sekolah akan dibuka, pihaknya akan melakukan evaluasi terlebih dahulu untuk memastikan sekolah taat peraturan.

Agar kejadian serupa itu tidak kembali ditemukan, dia pun menghimbau kepada sekolah untuk lebih memperhatikan penerapan protokol kesehatan. Terlebih kepada guru sebagai contoh para murid.

"Himbauannya untuk para siswa, penggunaan masker menjadi bagian penting untuk mencegah klaster baru di sekolah, sekarang juga jaga jarak, mencuci tangan, menghindari kerumunan," tutur dia.

"Ini butuh konsistensi dari kita khususnya para guru. Jadi tidak bisa murid bagus, guru tidak. Orang tua perlu dibekali pemahaman yang sama dengan kita, bahwa prokes itu harus diterapkan," tandas Taga.

Editor: Dimas Ryandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore